Bedah Rumah Pramuka Buleleng Kembali Bergulir, Bangun Rumah Layak Huni di Banyuseri dan Patemon

Balijani.id, 28 Jul 2026, 11:49 WIB
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng Gede Suyasa saat peletakan batu pertama program Bedah Rumah di Desa Banyuseri dan Desa Patemon Buleleng

BULELENG, Balijani.id | Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng kembali bergandengan tangan membantu masyarakat tidak mampu melalui program Bedah Rumah. Program sosial ini resmi dimulai yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng, Gede Suyasa, bersama jajaran pengurus Kwarcab Buleleng, Selasa (28/7/2026).

Peletakan batu pertama dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni di Desa Banyuseri, Kecamatan Banjar, untuk penerima bantuan I Ketut Sensus Indah (48), serta di Desa Patemon, Kecamatan Seririt, untuk keluarga Gede Mangku (50).

Ketua Kwarcab Buleleng, Gede Suyasa, menjelaskan bahwa pembangunan rumah layak huni ini dikerjakan secara bergotong royong dari struktur awal. Sumber pendanaannya dihimpun secara mandiri melalui aksi Bumbung Kemanusiaan. Untuk memastikan sasaran penerima tepat, Pramuka Buleleng turut melakukan verifikasi ketat bersama Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Buleleng.

“Memang tidak banyak rumah yang bisa kita bedah, tetapi sebagai bagian dari komunitas yang peduli, setiap tahun kita berupaya membantu dua unit rumah. Tahun ini biayanya sedikit meningkat karena harga bahan bangunan yang naik. Kedua rumah yang kita bedah ini sudah dirancang gambarnya oleh Dinas Sosial,” ujar Suyasa yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng.

Rangkaian Bulan Bakti dan Peringatan Hari Pramuka

Aksi sosial yang dikemas dalam Bulan Bakti Pramuka menjelang peringatan Hari Pramuka ke-65 ini telah menjadi agenda rutin tahunan Kwarcab Buleleng. Tahun 2026 ini menandai pelaksanaan program bedah rumah untuk yang kelima kalinya.

“Melalui Satuan Tugas Pramuka Peduli, kami mengumpulkan dana bumbung kemanusiaan untuk membantu pemerintah dalam akselerasi pengentasan kemiskinan. Hingga tahun ini, total sudah ada 10 unit rumah layak huni yang berhasil kita bangun secara bergotong royong,” ungkap Suyasa yang didampingi Waka Bidang Humas, Data dan Digital, Ketut Suwarmawan, serta Waka Bidang Pengabdian Masyarakat, Bela Negara dan Lingkungan Hidup, I Putu Kariaman Putra.

Gotong Royong dan Transparansi Dana Bumbung Kemanusiaan

Sementara itu, Ketua Satgas Pramuka Peduli, Gusti Bagus Adi Wirawan, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka di tengah masyarakat.

“Dana ini murni berasal dari partisipasi masyarakat, pengurus Pramuka, hingga sumbangan Gugus Depan di wilayah Kabupaten Buleleng. Seluruh dana yang terkumpul dimanfaatkan secara transparan untuk pembelian material dan operasional pelaksanaan,” jelas Adi Wirawan.

Proses pengerjaan rumah akan melibatkan Satgas Pramuka Peduli, perangkat desa, anggota Pramuka dari Kwarran Banjar dan Kwarran Seririt, relawan, serta warga lokal secara swadaya.

Proses pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan, sehingga penyerahan kunci rumah secara resmi kepada keluarga penerima di Desa Banyuseri dan Desa Patemon dapat dilaksanakan tepat pada Puncak Peringatan Hari Pramuka di Kabupaten Buleleng.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru