Inklusif dan Interaktif, KPU Buleleng Beri Pendidikan Pemilih bagi Siswa SLB Negeri 1 Buleleng

Balijani.id, 22 Okt 2026, 18:07 WIB
Jajaran KPU Buleleng bersama Kesbangpol saat memberikan pendidikan pemilih interaktif bagi siswa penyandang disabilitas di SLB Negeri 1 Buleleng, Kamis (22/10/2026).

SINGARAJA, Balijani.id | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng menggelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih bagi peserta didik berkebutuhan khusus di SLB Negeri 1 Buleleng, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai demokrasi dan pemilu, sekaligus menegaskan pentingnya pemenuhan hak politik bagi penyandang disabilitas melalui metode pembelajaran yang sederhana, interaktif, dan inklusif.

Pola Pembelajaran Dua Tahap

Untuk memastikan materi tersampaikan secara optimal, KPU Kabupaten Buleleng menerapkan pola pembelajaran dua tahap. Lima hari sebelum sosialisasi, KPU telah mendistribusikan video edukasi kepemiluan yang ringkas kepada pihak sekolah sebagai bahan pembelajaran awal bagi para siswa.

Pada hari pelaksanaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi interaktif dan tanya jawab berdasarkan materi dalam video tersebut. Melalui pendekatan ini, para siswa diajak mengingat kembali informasi yang telah dipelajari, menjawab pertanyaan, serta berinteraksi secara langsung untuk memperkuat pemahaman mereka mengenai hak pilih.

Dukungan Sekolah dan Penggunaan SIBI

Kepala SLB Negeri 1 Buleleng, Made Winarsa, menyambut hangat dan mengapresiasi langkah KPU serta Kesbangpol Buleleng. Ia menjelaskan bahwa sekolahnya saat ini membina 174 peserta didik dengan beragam ragam disabilitas.

Winarsa menekankan pentingnya penyesuaian metode komunikasi sesuai kebutuhan siswa, khususnya penyandang tunarungu. Di SLB Negeri 1 Buleleng, komunikasi dilakukan menggunakan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) agar informasi dapat diterima dengan akurat dan mudah dipahami.

Dorongan Kepercayaan Diri dan Peran Lingkungan

Sementara itu, perwakilan Kesbangpol Kabupaten Buleleng menegaskan bahwa pemilu adalah hak seluruh warga negara tanpa terkecuali. Peserta didik didorong untuk tetap percaya diri dan aktif berpartisipasi menentukan pemimpin yang mampu memperjuangkan aspirasi mereka.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata, turut memaparkan pentingnya dukungan dari lingkungan terdekat—seperti orang tua, keluarga, guru, dan pendamping. Menurutnya, pendampingan yang tepat akan menumbuhkan keberanian siswa untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tanpa ragu.

Sesi Interaktif yang Inklusif

Suasana sosialisasi berlangsung hangat dan partisipatif. Menariknya, dalam sesi tanya jawab, beberapa siswa yang memiliki kemampuan verbal turut membantu menjelaskan materi kepada rekan-rekannya yang merupakan penyandang tunarungu. Interaksi sebaya ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang inklusif.

Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan pemilih yang ramah disabilitas dan memperluas akses informasi kepemiluan secara setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru