BULELENG, Balijani.id | Kepedulian terhadap kelompok rentan terus ditunjukkan oleh Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng. Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng turun langsung mengunjungi pasangan lanjut usia (lansia), Made Mawa (79) dan Ketut Gita (76), di Banjar Dinas Sibang, Desa Patemon, Kecamatan Seririt, pada Rabu (7/10/2026).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen tim Dinsos P3A pada Senin (5/10/2026). Dari asesmen tersebut, pasangan lansia ini diketahui hidup dalam kondisi memprihatinkan. Keduanya hanya tinggal berdua dan bergantung pada penghasilan suami yang bekerja sebagai tukang ojek dengan pendapatan tidak menentu.
Penanganan dan Intervensi Sosial
Kepala Dinas Sosial P3A Buleleng, I Putu Kariaman Putra, menjelaskan bahwa saat ini pasangan tersebut tercatat pada Desil 7 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pihaknya telah mengajukan sanggahan untuk penurunan status Desil agar keduanya dapat terakomodasi sebagai penerima bantuan sosial (bansos) reguler secara berkelanjutan.
“Kami tidak ingin bantuan ini hanya bersifat sementara. Oleh karena itu, kami lakukan sanggahan di DTSEN agar beliau berdua masuk dalam desil yang berhak menerima bansos reguler. Lansia dengan kondisi seperti ini harus terus kita kawal,” tegas Kariaman Putra.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi hunian pasangan lansia tersebut tampak tidak terurus dengan barang-barang yang berserakan. Menanggapi hal itu, Dinsos P3A merencanakan aksi gotong royong bersama warga setempat untuk membersihkan dan merapikan lingkungan rumah korban dalam waktu dekat.
Sebagai solusi jangka panjang, Dinsos P3A Buleleng turut mendorong pasangan lansia ini agar bersedia tinggal di Panti Jompo guna mendapatkan perawatan, pendampingan, serta kehidupan yang lebih layak. Kunjungan tersebut turut didampingi oleh SDM PKH dan Kepala Dusun setempat.
Kadus Banjar Dinas Sibang, Gede Singa Arya, mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Dinsos P3A Buleleng.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kadis Sosial P3A yang sudah turun langsung melihat kondisi warga kami. Memang benar beliau berdua hidup pas-pasan dan rumahnya kurang terawat karena faktor usia. Kami sangat mendukung upaya gotong royong ini, termasuk opsi pendampingan ke panti jompo demi kebaikan dan kenyamanan beliau berdua,” ungkap Gede Singa Arya.
Melalui intervensi ini, Dinsos P3A Buleleng berkomitmen untuk memastikan tidak ada lagi warga lansia yang luput dari perhatian dan perlindungan sosial, sekaligus menjamin ketercukupan bantuan serta akses layanan kesehatan yang memadai.
Kredit Editorial
- Penulis: Ariawan
- Editor: Redaksi Balijani.id














