Gerekan Ekonomi Kerakyatan Berbasis UMKM, Gubernur Koster Siapkan SE Wajibkan ASN Belanja Kuliner Lokal Setiap Juma

Balijani.id, 1 Agu 2026, 13:03 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster saat meninjau dan menikmati kuliner lokal di salah satu UMKM bersama warga dalam perayaan Rahina Tumpek Krulut

BALI, Balijani.id | Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat struktur ekonomi kerakyatan berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Gubernur Bali, Wayan Koster, mengumumkan rencana penerbitan Surat Edaran (SE) resmi yang menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pegawai pemerintah di tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota se-Bali untuk merutinkan belanja kuliner dan produk kerajinan rakyat lokal setiap hari Jumat.

Pengumuman kebijakan strategis tersebut disampaikan Gubernur Koster di sela-sela peninjauan program berbagi kuliner gratis dalam rangka perayaan Rahina Tumpek Krulut di beberapa titik, pada Sabtu (1/8/2026). Kebijakan ini dirancang guna memutar roda perekonomian lokal secara konsisten melalui daya beli aparatur pemerintah.

“UMKM menurut saya adalah penggerak ekonomi Bali berbasis kerakyatan, jadi ini memang harus kita hidupkan. Saya akan mengeluarkan Surat Edaran untuk aparatur di Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali supaya rutin tiap hari Jumat turun ke kuliner lokal dan menikmati baik itu makanan maupun produk-produk kerajinan rakyat,” tegas Koster.

Gubernur menekankan pentingnya pengalokasian sebagian pendapatan pegawai pemerintah untuk disisihkan langsung pada usaha-usaha masyarakat skala mikro. Langkah ini diharapkan menjadi stimulan utama bagi pertumbuhan UMKM, koperasi, dan sektor usaha kecil di seluruh Bali.

“Supaya disisihkan oleh para pegawai kita di seluruh Bali untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan, baik itu UMKM, koperasi, maupun unit usaha kecil lainnya,” tambahnya.

Safari Kuliner dan Integrasi Kearifan Lokal Jana Kerthi

Dalam safari kulinernya di 15 titik UMKM yang tersebar di sembilan kabupaten/kota, Gubernur Koster mendatangi langsung berbagai lokasi UMKM lokal, seperti Warung Babi Guling Pande di Bangli, Dagang Nasi Pindang Dadong Rintin di Gianyar, Kedai Tangkil dan Warung Babi Genyol Men Leny di Tabanan, hingga Jenar Kopi di Denpasar. Gubernur Koster mengapresiasi peran aktif pimpinan daerah setempat yang dinilai sukses menghidupkan ekosistem UMKM sebagai wadah anak-anak muda berkumpul dan berkarya.

Menurut Koster, integrasi antara nilai tradisi lokal Tumpek Krulut dan dukungan terhadap usaha rakyat membuktikan bahwa kearifan lokal Jana Kerthi tidak hanya sebatas ritual spiritual, melainkan hadir sebagai solusi nyata dalam menggerakkan perekonomian Bali secara mandiri dan berkelanjutan.

Antusiasme masyarakat dalam menyambut program berbagi di hari kasih sayang ini pun sangat tinggi. Di setiap titik UMKM pilihan, masyarakat tampak membludak dan rela mengantre untuk menikmati kuliner gratis yang disediakan. Selain menikmati kuliner, warga dan generasi muda juga memanfaatkan momen hangat tersebut untuk berswafoto (selfie) bersama Gubernur Koster.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru