BULELENG, Balijani.id | Aksi penganiayaan berat yang dipicu masalah utang piutang menggemparkan warga Kecamatan Tejakula. Peristiwa berdarah ini terjadi di Jalan Desa Les, tepatnya di depan Gedung Serba Guna, Dusun Kanginan, Desa Les, Kabupaten Buleleng, pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 22.30 WITA.
Insiden tragis tersebut melibatkan pelaku berinisial KRI (28), warga Banjar Dinas Kawanan, Desa Les, dan korban berinisial GAP (32), yang merupakan warga Banjar Dinas Tegal Linggah, Desa Les.
Kapolsek Tejakula, AKP Gede Darma Diatmika, S.H., saat dikonfirmasi oleh Redaksi Balijani.id membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa perselisihan ini bermula pada Kamis (16/7/2026), ketika pelaku KRI meminjam uang sebesar Rp2.000.000,00 (Dua Juta Rupiah) kepada korban.
“Keesokan harinya, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 20.55 WITA, korban menghubungi pelaku melalui pesan Messenger untuk menagih uang tersebut. Keduanya kemudian sepakat untuk bertemu pada pukul 22.00 WITA di depan Gedung Serba Guna Desa Les,” ujar AKP Gede Darma.
Nasihat Orang Tua Berujung Ketegangan
Pelaku KRI kemudian datang ke lokasi yang telah disepakati dengan didampingi oleh kedua orang tuanya, yakni WAB (51) dan LR (49), dengan niat baik untuk mengembalikan uang pinjaman tersebut. Namun, situasi yang semula kondusif mendadak memanas saat pertemuan berlangsung.
Ketika proses pengembalian uang, orang tua pelaku sempat melontarkan kalimat nasihat, “Masalah uang jangan sampai ribut dengan teman.” Diduga tersinggung dan tidak terima dengan ucapan tersebut, korban GAP merespons secara reaktif dengan mendorong ayah pelaku hingga bersitegang.
Melihat sang ayah diperlakukan demikian, KRI langsung tersulut emosi. Ia secara spontan mengambil sebilah pisau yang biasa disimpan di dalam jok sepeda motornya dan langsung menusuk korban secara membabi buta. Akibat serangan mendadak itu, korban ambruk dengan luka parah dan bersimbah darah.
Evakuasi Korban dan Penyerahan Diri Pelaku
Warga setempat yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung bergegas memberikan pertolongan. Korban dievakuasi ke Puskesmas 1 Tejakula sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Buleleng untuk penanganan medis darurat. Saat ini, korban dilaporkan sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Buleleng setelah berhasil melewati proses operasi.
Sementara itu, pasca-kejadian, pelaku KRI memilih untuk langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Tejakula guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini sedang ditangani secara intensif untuk proses hukum lebih lanjut.
[ Editor : Sarjana ]
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana














