Tabanan, Balijani.id | Pengelolaan data desa yang akurat dan terbuka menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah desa. Untuk menjawab berbagai kendala di lapangan, Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Kelompok Ahli Bidang Komunikasi I Wayan Ariasa menggelar Dengar Pendapat dan Workshop Mini Komunikasi dan Publikasi Berbasis Data Desa di Aula Kantor Camat Marga, Rabu (10/6).
Kegiatan tersebut diikuti para operator Sistem Informasi Desa (SID) se-Kecamatan Marga dengan menghadirkan narasumber dari Kelompok Ahli Bidang Komunikasi Pemerintah Kabupaten Tabanan, I Wayan Ariasa.
Camat Marga, I Putu Adi Putra Adiksa, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan yang telah memfasilitasi ruang diskusi dan peningkatan kapasitas bagi para pengelola data desa. Menurutnya, komunikasi yang baik serta pengelolaan informasi yang berbasis data akan membantu desa memetakan berbagai persoalan yang dihadapi, sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Camat Marga sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Kelompok Ahli Bidang Komunikasi yang telah memfasilitasi kegiatan Dengar Pendapat dan Workshop Mini Komunikasi dan Publikasi Berbasis Data Desa, sehingga apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan serta kendala bisa diminimalisir,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kemampuan para operator SID dalam mengelola serta mempublikasikan data desa secara lebih efektif, sehingga informasi yang disajikan kepada masyarakat semakin akurat dan mudah diakses.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi sekaligus berbagi pengalaman terkait praktik komunikasi dan publikasi berbasis data. Sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi di tingkat desa juga menjadi bahan diskusi untuk mencari solusi bersama.
Narasumber dari Kelompok Ahli Bidang Komunikasi Pemerintah Kabupaten Tabanan, I Wayan Ariasa, memberikan pemaparan mengenai pentingnya pengelolaan informasi yang didukung data yang valid. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mendukung tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Salah seorang peserta, I Gede Made Nurata dari Desa Kuwum, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan memberikan gambaran nyata mengenai pengelolaan informasi desa yang lebih baik.
“Ia mengaku sangat puas dengan praktik baik yang disampaikan oleh I Wayan Ariasa,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Melalui forum dengar pendapat dan workshop mini ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berupaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang semakin terbuka, berbasis data, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih cepat dan tepat.
[ Editor : Sarjana ]
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana













