News  

Viral dan Bikin Gaduh! Video Koster–Ni Luh Djelantik Diduga Dipelintir

Balijani.id, 19 Apr 2026, 12:37 WIB

Denpasar, Balijani.id| Beredar potongan video pendek di media sosial yang menarasikan sikap Gubernur Bali Wayan Koster secara negatif saat bertemu dengan Ni Luh Djelantik, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Art Center, Denpasar, menuai polemik.

Video yang disertai narasi provokatif tersebut dinilai sebagai upaya penggiringan opini atau framing yang tidak sesuai dengan fakta dan situasi sebenarnya di lapangan.

𝐊𝐫𝐨𝐧𝐨𝐥𝐨𝐠𝐢 𝐤𝐞𝐣𝐚𝐝𝐢𝐚𝐧

Berdasarkan penelusuran fakta, peristiwa tersebut terjadi saat Gubernur Bali, Wayan Koster, tengah bersiap menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, dalam acara Dharma Shanti Nasional.

Saat itu, situasi berlangsung dalam kondisi formal dan tergesa-gesa. Sebagai tuan rumah, Gubernur Koster bergerak cepat menuju pintu masuk utama Art Center karena rombongan Menko PMK dilaporkan telah memasuki area venue.

Di tengah langkah cepatnya, Gubernur Koster berpapasan dengan rombongan lain, termasuk Ni Luh Djelantik. Meski dalam kondisi terburu-buru untuk menjalankan tugas protokol kenegaraan, Koster tetap menyalami Ni Luh Djelantik.

Namun, potongan video yang beredar luas di platform TikTok dan Instagram hanya menampilkan momen saat tangan Gubernur Koster terlepas, tanpa memperlihatkan konteks bahwa ia sedang mengejar waktu untuk menyambut tamu negara.

𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐓𝐢𝐦 𝐊𝐨𝐦𝐮𝐧𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐆𝐮𝐛𝐞𝐫𝐧𝐮𝐫

Tim Komunikasi Gubernur Bali, I Gusti Putu Eka Mulyawan Wira Senapati, atau yang akrab disapa Gus Wawan, sangat menyayangkan narasi yang berkembang di media sosial. Menurutnya, ada upaya sengaja untuk membangun citra negatif terhadap Gubernur.

“Sangat disayangkan secara impulsif Ibu Ni Luh Djelantik membuat penilaian bahwa Pak Gubernur tidak menghargai beliau,” ujar Gus Wawan dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).

Gus Wawan menambahkan bahwa Ni Luh Djelantik sebenarnya menyaksikan sendiri bagaimana situasi di lapangan saat itu, di mana Gubernur sedang berjalan tergopoh-gopoh untuk menyambut Menko PMK.

“Faktanya, Bu Ni Luh menyaksikan sendiri bagaimana Pak Gubernur secara tergopoh-gopoh berjalan untuk menyambut kedatangan Bapak Menko saat acara Dharma Shanti Nasional. Namun, kemudian secara sengaja dibangun framing negatif terhadap kejadian tersebut,” tuturnya.

𝐃𝐢𝐧𝐢𝐥𝐚𝐢 𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐠𝐚𝐝𝐮𝐡 𝐦𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭

Pihak Tim Komunikasi menilai tindakan mengunggah potongan video dengan narasi yang tidak utuh tersebut cenderung bersifat menjatuhkan nama baik Gubernur Bali dan berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Gus Wawan berharap sebagai tokoh publik yang terpilih menjadi wakil rakyat, Ni Luh Djelantik dapat bersikap lebih bijak dalam bermedia sosial dan menyampaikan informasi kepada publik.

“Ini tentunya sesuatu yang sangat tidak baik karena cenderung seperti ingin menjatuhkan nama baik Gubernur Bali dan membuat gaduh di masyarakat. Sebagai seorang wakil rakyat, rasanya perlu untuk bisa berpikir, berbicara, dan bersikap lebih bijak ke depannya,” tegas Gus Wawan.

𝐈𝐦𝐛𝐚𝐮𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐚𝐬𝐲𝐚𝐫𝐚𝐤𝐚𝐭

Menyikapi viralnya konten tersebut, Tim Komunikasi Gubernur Wayan Koster mengimbau seluruh masyarakat Bali agar lebih selektif dan bijak dalam menyaring informasi di media sosial. Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang sengaja dipotong untuk tujuan politik tertentu.

“Ngiring semeton, jangan mudah terprovokasi oleh hal-hal yang negatif. Mari kita jaga suasana Bali tetap teduh dan damai dengan tidak menyebarkan kebencian atau berita bohong,” harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari pihak Ni Luh Djelantik mengenai klarifikasi yang disampaikan oleh tim komunikasi Gubernur tersebut. Masyarakat diharapkan tetap melihat peristiwa ini secara proporsional.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru