Buleleng Krisis Literasi! Ratusan Siswa SMP Tak Bisa Membaca

Balijani.id, 5 Mei 2025, 12:45 WIB

Denpasar, Balijani.id ~ Fakta mengejutkan datang dari dunia pendidikan di Buleleng. Sebanyak 400 siswa SMP dilaporkan belum lancar membaca. Situasi ini memicu keprihatinan mendalam dari Ketua Fraksi Partai Gerindra-PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa, S.H., M.H., yang menyebut kondisi ini sebagai tamparan memalukan bagi Buleleng yang selama ini dikenal sebagai kota pelajar.

“Saya benar-benar miris dan prihatin,” ujar Gede Harja Astawa saat menanggapi fenomena tersebut. Menurutnya, kegagalan literasi ini mencoreng citra Singaraja sebagai pusat pendidikan di Bali Utara dan menunjukkan ada persoalan serius dalam sistem pendidikan.

Ia menyoroti sistem kenaikan kelas otomatis sebagai salah satu akar persoalan.

“Kalau dulu, anak kelas 1 SD harus sudah bisa membaca. Kalau tidak bisa, ya tidak layak naik kelas. Tapi sekarang, bisa tidak bisa, tetap naik. Ini sistem yang tidak ikhlas,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mengembalikan kemerdekaan guru dalam mendidik siswa. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya soal kemampuan membaca, tapi juga soal etika, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap guru dan orang tua.

“Pada zaman saya dulu, kalau tidak bisa membaca, guru bisa menjewer atau menyuruh berdiri di depan kelas. Itu bagian dari pendidikan. Tapi sekarang? Guru sedikit tegas saja, orang tua langsung protes, bahkan sampai lapor polisi,” keluhnya. Hal ini, tambahnya, telah merenggut kebebasan dan kreativitas guru dalam mendidik murid.

Tak hanya itu, Gede Harja Astawa juga menyoroti beban administratif yang kian menumpuk di pundak para guru. Ia menilai, guru harus diberi ruang untuk fokus pada tugas utama mereka: mendidik dan membentuk karakter siswa.

Ia pun mendorong pemerintah untuk lebih serius mendukung dunia pendidikan, tidak hanya dari segi anggaran, tetapi juga fasilitas dan kesejahteraan guru. Salah satu solusi yang ia dukung adalah program makanan bergizi gratis dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar murid bisa belajar dengan perut kenyang dan pikiran tenang.

Sebagai mantan anggota Dewan Pendidikan Buleleng selama dua periode, Gede Harja Astawa mengajak seluruh elemen masyarakat pemerintah, orang tua, dan masyarakat luas untuk kembali menaruh kepercayaan penuh pada sekolah dan para guru.

“Yakinlah, sekolah itu bertujuan baik. Guru juga ingin muridnya menjadi orang berguna. Maka para guru, tetaplah fokus dan banggalah menjadi pendidik, apapun tantangannya. Kami akan selalu mendukung demi terciptanya generasi Buleleng yang cerdas, beretika, dan membanggakan,” pungkasnya penuh harap.

[ Reporter : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru