News  

Masa Peduli Besipa’e Bersama Pospera Gelar Aksi Damai di Kantor Gubernur NTT

Balijani.id, 8 Des 2022, 16:18 WIB

Kota Kupang, NTT, Balijani.id ~ Dengan penggusuran yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di besipa’e, di tanggal 10 oktober 2022 yang lalu hingga saat ini, belum ada penyelesaian bersama masyarakat, atas lahan 3.780 Ha yang di dalamnya terdapat tanah milik masyarakat, oleh karena itu, DPC Posko perjuangan rakyat (POSPERA) Kabupaten TTS bersama solidaritas masyarakat peduli besipa,e kembali menggelar aksi damai dan mendatangi kantor gubernur NTT yang berada di jalan eltari kota kupang. kamis, ( 08/12/2022) siang.

Dari pantauan media, masa aksi membawa makanan lokal, kemudian membuka tenda darurat untuk memasak di depan kantor gubernur bahkan ada salah satu masa aksi mengunakan Toga.

Menurut umbu tamu pray, menyampaikan bahwa, momentum aksi hari ini untuk menyadarkan mahasiswa NTT bahwasannya mahasiswa itu penting di mata masyarakat .

“Momentum aksi hari ini, saya bersama aliansi besipa’e yang selama ini memperjuangkan hak – hak ulayat mereka, Saya memakai toga hari ini karena untuk menyadarkan mahasiswa yang berada di NTT bahwa, mahasiswa itu bukan hanya belajar di ruang – ruang yang sempit untuk belajar tetapi juga melihat ruang- ruang publik seperti ini, Bahwa ada masyarakat- masyarakat kecil yang tidak sempat menempuh pendidikan seperti mereka, dan itu menjadi tanggung jawab mereka untuk memperjuangkan anak- anak di besipa’e bisa memperoleh pendidikan yang sama seperti mereka,” Jelas umbu.

Lanjut Umbu bahwa, Pada hari ini turun menggunakan toga untuk menegaskan kepada mahasiswa-mahasiswa agar jangan menutup mata.

” Pada hari ini saya turun menggunakan toga untuk menegaskan kepada mahasiswa-mahasiswa, kalian jangan menutup mata bahwa apa yang kalian pelajari hari ini, itu akan menjadi bekal buat kalian bukan hanya untuk diri kalian tapi bermakna bagi masyarakat lain, ini menjadi pesan besar buat kalian yang duduk di bangku kuliah dan bangku- bangku siswa,” Tegasnya.

Umbu juga berharap untuk warga besipa,e masih memiliki hak ulayat terhadap tanah mereka.

” Sebetulnya harapan besar kami bahwa warga besipa,e hari ini datang untuk menyelesaikan masalah dan semoga pemprov terima kami untuk di selesaikan,” Harapnya.

[ BJ/Oskar ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru