News  

Didatangi Massa Tuntut Penyelesaian Penggusuran, Gubernur NTT Kabur

Balijani.id, 8 Des 2022, 10:54 WIB

Kota kupang ( NTT), Balijani.id ~ Penggusuran yang di lakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur ( NTT) di Besipa’e yang hingga saat ini belum ada penyelesaian berujung dengan aksi warga yang mendatangi dan menduduki Kantor Gubernur NTT, Kamis (08/12/2022. Namun Gubernur NTT menghindar dan kabur.

Kedatangan DPC Posko perjuangan rakyat (POSPERA) Kabupaten TTS bersama solidaritas masyarakat peduli besipa,e dengan kembali menggelar aksi damai dan menduduki kantor gubernur NTT yang berada di jalan eltari kota kupang untuk menanyakan proses pengusuran atas lahan seluas 3.780 Ha yang di dalamnya terdapat tanah milik masyarakat.

Fendi Tanu,salah satu massa yang terlibat dalam aksi itu mengaku tidakmengerti dengan sikap Gubernur NTT yang didatangi masyarakat,bahkan warga yang menunggu malah ditinggalkan dan kabur melalui Pintu kedua dari depan kantor gubernur.

“Aksi ini sudah dari siang dan kita menunggu gubernur untuk bertemu dengan masa aksi namun sampai saat ini gubernur belum bertemu masyarakat untuk bagaimana membicarakan pembatasan lahan- lahan yang disana,kemudian pada jam ini ( jam 17 :11 red ) gubernur keluar dari pintu sebelah hal ini kita melihat bahwa seorang gubernur sebagai jabatan publik tidak mampu menemui masyarakat yang ada ” Jelas fendi.

Fendi Tanu melihat bahwa Pemprov NTT tidak transparan dan belum mampu mengakomodir kepentingan masyarakat atas pengungsuran yang dilakukan tersebut, bahkan sangat disayangkan sebagai pejabat tinggi justru kabur saat masyarakat akan menyampaikan aspirasinya.

“Kita melihat bahwa pemprov NTT hari ini tidak transparan terhadap kepentingan publik bagaimana dia mengakomodir kepentingan masyarakat dan hari ini kita tau bersama bahwa pemprov NTT dalam hal ini gubernur lari dari kenyataan, Bagaimana dia sebagai seorang jabatan publik karena masyarakat sudah resah karena perbuatan yang di gusur oleh pemprov terhadap masyarakat besipa’e ” ujar fendi.

Fendi juga menambahkan bahwa Aksi dari siang masa aksi meminta untuk bertemu dengan gubernur NTT namun justru di bohongi dan menyebutkan kepada masyarakat dalam aksi damai itu, gubernur tidak ada ditempat.

“Statement yang di keluarkan oleh pemprov bahwa gubernur tidak ada dan akan di pertemukan dengan dia punya staf dan sudah ada perwakilan dari masa aksi untuk audies dengan staf tetapi gubernur keluar dari pintu sebelah,ini kita menilai bahwa dari pihak keamanan sudah menipu publik untuk menloloskan gubernur,kita menilai bahwa seorang jabatan publik iya tidak mampu melayani masyarakat dengan baik, bahkan dia lari (Kabur red) dari kenyataan dan kesalahan yang dia buat dia tidak mampu bertanggung jawab ” Tutup fendi.

[ BJ/Oskar/NTT ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru