Menu
Berita Sarin Gumi Nusantara

Membidangi Organsisasi PMI Bali, Ini Kata Anom Adi Putra

  • Bagikan
Caption : Membidangi Organsisasi PMI Bali, Ini Kata Anom Adi Putra

Denpasar, Balijani.id – Selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) Bali Ir I Gst Ngr Anom Adiputra, MM mengatakan peran utama yang selama ini dilakukan bersifat konsulidasi organisasi termasuk dalam pelaksanaan program kerja.

Pelaksana program kerja yang sudah dilakukan yakni melaksanakan Muskab (Musyawarah Kabupaten) 5 tahun sekali. Dan sudah terlaksana di seluruh Kabupaten se-Bali, melaksanakan Mukerkab (Musyawarah Kerja Kabupaten) setiap 1 tahun sekali,
menampung masukan, keluhan dan permasalahan dalam organisasi di PMI Bali dan Kabupaten se-Bali.

Caption : Wakil Ketua Bidang Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) Bali Ir I Gst Ngr Anom Adi Putra, MM

“Dalam Muskab tersebut tetap akan melibatkan Bupati terkait untuk bisa mengalokasikan anggaran,” kata Anom Adiputra, Minggu (3/4) di kantor DPD Partai Demokrat Bali.

Kemudian dalam struktur kepengurusan di PMI Bali, Anom Adiputra juga menyampaikan bahwa yang lebih banyak di kerjakan lebih bersifat sosial kemasyarakatan seperti salah satunya pelaksanaan donor darah.

Selain itu, kepengurus PMI Bali ada 4 divisi 1 biro yaitu divisi penanggulangan bencana, diklat dan relawan, divisi pelayanan kesehatan, divisi pengembangan sumber daya dan kemitraan, divisi organisasi dan komunikasi, serta Biro KUK (kepegawaian umum dan keuangan).

“Dalam kegiatan di PMI Bali tetap menghandeng pemerintah terutama dalam mengalokasikan anggaran. Karena pemerintah merupakan mitra kerja PMI Bali,” ucapnya.

Sembari menyampaikan dalam pelaksaan Muskab PMI Bali dimasing-masing Kabupaten yang sudah diikutan adalah Kabupaten Bangli, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Negara. Jadi sudah hampir seluruh Kabupaten sudah diikuti pelaksaanaan Muscab.

“Kemudian dalam kestrukturan organisasi di PMI Bali dalam melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakat. Itu juga sudah disesuaikan sesuai bidang yang sudah ditentukan dalam organisasi yang sudah terbentuk,” imbuhnya.

Anom Adiputra menjelaskan dalam pengumpulan darah melalui pelaksanaan kegiatan donor darah. Itu juga sudah ada unitnya yang khusus dalam bidang tersebut yang disebut dengan Unit Transpusi Darah (UTD).

Tugasnya yakni nencari donor darah, mengolah, mengelola dan menampung darah. Kalau saya sendiri tugasnya hanya membenahi organisasi lewat pengawasan.

“Bahkan sekali-kali memberikan pengarahan terkait program kerja PMI Bali yang akan dilakukan selain melaksanakan donor darah,” jelasnya.

Anom Adiputra menambahkan masyarakat jangat pernah takut untuk melakukan donor darah. Karena lewat donor darah selain bisa membantu masyarakat yang memang memerlukan darah juga membuat para pendonornya menjadi sehat.

Dipastikan juga para pendonor setelah melakukan transpusi darah nantinya akan kembali sehat dan bugar. Apalagi tujuan utama dari PMI Bali adalah bisa membatu masyarakat yang membutuhkan darah melalui donor darah.

“Karena setetes darah yang disumbangkan melalui donor darah sangat berarti untuk bisa membantu masyarakat yang memang membutuhkan darah,” tambahnya. (001/red )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *