KLUNGKUNG, Balijani.id | Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kembali ditunjukkan DPD Partai Demokrat Bali. Ratusan kader dan pengurus Demokrat turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Pura Goa Lawah dan sepanjang pantai di sekitarnya, Kabupaten Klungkung.
Aksi tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Gerakan Langit Biru Indonesia Asri. Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk aksi nyata kader Demokrat dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan yang menjadi bagian dari destinasi wisata Bali.
Menurut Mudarta, persoalan sampah tidak bisa dipandang sebelah mata. Jika tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan, persoalan tersebut berpotensi memengaruhi citra Bali sebagai destinasi pariwisata di mata dunia.
“Visi besar kami adalah ‘Cinta Bali Itu Adalah Menjaga Kebersihan’, utamanya di objek-objek wisata. Jangan sampai isu sampah men-downgrade citra pariwisata Bali di level internasional. Karena itu, Demokrat ingin berada di terdepan untuk melakukan aksi nyata,” ujar Mudarta di sela-sela kegiatan.
Dalam aksi tersebut, para kader menyisir kawasan Pura Goa Lawah hingga pesisir pantai untuk memungut sampah yang berserakan. Sampah plastik menjadi salah satu jenis sampah yang mendapat perhatian khusus dalam kegiatan tersebut.
Mudarta menegaskan, gerakan menjaga kebersihan sebenarnya telah dilakukan kader Demokrat secara rutin, mulai dari lingkungan rumah tangga hingga daerah pemilihan masing-masing. Namun, momentum HUT ke-25 Demokrat menjadi kesempatan untuk memperluas gerakan tersebut sekaligus mengajak masyarakat melihat pentingnya menjaga kebersihan secara bersama-sama.
“Sesungguhnya aksi bersih-bersih ini terus dilakukan oleh kader kita, mulai dari rumah tangga, dapilnya, lingkungannya. Tetapi ini momentum ulang tahun Demokrat yang ke-25. Kami mengundang media agar masyarakat luas tahu bahwa Demokrat ada di terdepan melakukan aksi bersih-bersih,” katanya.
Ia berharap aksi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi gerakan yang mendorong perubahan perilaku masyarakat. “Kalau lingkungannya bersih, hati kita bersih, langitnya tetap biru, lautnya tetap biru,” ujarnya.

Digelar di Sejumlah Kabupaten
Aksi peduli lingkungan ini tidak hanya berlangsung di Kabupaten Klungkung. Gerakan penanaman pohon dan kegiatan kebersihan lingkungan juga telah dilaksanakan di sejumlah kabupaten di Bali, di antaranya Badung, Bangli, Tabanan, Buleleng, Jembrana, dan Gianyar. Seluruh kegiatan tersebut menjadi rangkaian menuju puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat yang akan digelar pada 9 September 2026 mendatang.
Mudarta mengatakan, kegiatan lingkungan tersebut menjadi bagian dari upaya Demokrat untuk mengambil peran langsung dalam menjaga Bali, terutama kawasan wisata, pantai, kawasan suci, hingga danau. Ia menilai kebersihan merupakan tanggung jawab bersama dan tidak cukup hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Demokrat ada di terdepan untuk melakukan aksi bersih-bersih di seluruh objek-objek wisata, mulai dari pantai, kawasan suci, danau, dan seterusnya,” tegasnya.
Libatkan Sekitar 250 Kader
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Klungkung, Gde Artison Andarawata, mengatakan kegiatan bersih-bersih di kawasan Pantai Goa Lawah melibatkan sekitar 250 orang yang merupakan gabungan kader DPD dan DPC Partai Demokrat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman.
“Pesan kami agar lingkungan mari kita jaga bersama. Kita ingin lingkungan kita ini tetap langit kita biru. Artinya langit biru itu semuanya bersih, sehat, dan masyarakat bisa hidup lebih baik dengan kebersihan tersebut,” kata Artison.
Selain memperingati HUT Demokrat, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam pengelolaan sampah. Salah satunya melalui program Tempat Olah Sampah Setempat (TOS) yang mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Artison mengatakan, dari hasil kegiatan di kawasan pantai, sampah plastik yang ditemukan masih tergolong tidak terlalu banyak. Sementara sampah organik lebih banyak ditemukan karena berasal dari proses alami di kawasan pesisir.
“Untuk sampah plastik masih bisa dilihat bahwa ini cukup, ambangnya masih di bawah,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan tidak hanya dilakukan ketika momentum peringatan HUT partai. “Demokrat memang biasa kita bersih-bersih. Kalau untuk kegiatan event seperti ini, sekarang tetap kita jalankan sesuai instruksi. Acara ulang tahun Demokrat ini kita pakai sekalian untuk bersih-bersih. Semoga berkelanjutan terus,” pungkasnya.
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana













