Peringati 100 Tahun Rarud Batur, Desa Adat Batur Gelar Batur Village Festival 2026

Balijani.id, 22 Jul 2026, 13:19 WIB
Panitia dan krama Desa Adat Batur saat menggelar konferensi pers dan persiapan Batur Village Festival 2026 memperingati 100 Tahun Rarud Batur

BANGLI, Balijani.id | Mengenag satu abad peristiwa sejarah penting pascaerupsi dahsyat Gunung Batur tahun 1926, Desa Adat Batur resmi menggelar Batur Village Festival pada 2–8 Agustus 2026. Festival ini menjadi momentum bersejarah untuk memperkuat pelestarian budaya, menelusuri jejak sejarah, serta mengokohkan identitas masyarakat Batur.

Peringatan 100 Tahun Rarud Batur bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang refleksi atas ketangguhan dan perjuangan para leluhur dalam membangun kembali kehidupan di tengah bencana. Peristiwa satu abad lalu tersebut menjadi tonggak sejarah yang membentuk karakter dan identitas masyarakat Batur hingga hari ini.

Ketua Panitia, (Guru) I Made Santika, S.E., menjelaskan bahwa peringatan bersejarah ini dikemas dalam bentuk festival agar nilai-nilai sejarah dapat dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Persiapan kegiatan ini sebenarnya sudah kami mulai sejak Juli 2025 melalui aktivasi kegiatan di Pura Jati Batur. Dari awal, kami ingin peringatan 100 Tahun Rarud Batur menjadi gerakan bersama untuk menghidupkan kembali sejarah, budaya, dan semangat para leluhur,” ujar Made Santika.

Rangkaian Kegiatan dan Edukasi Sejarah

Selama tujuh hari pelaksanaan, Batur Village Festival menghadirkan paduan kegiatan edukasi, budaya, olahraga, seni, hingga hiburan rakyat.

Beberapa agenda utama festival ini meliputi:

  • Olahraga & Seni Pertunjukan: Dibuka dengan Batur Caldera Run, pementasan Teatrikal Rarud Batur, pertunjukan seni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, lomba baleganjur, serta parade budaya.

  • Napak Tilas Sejarah: Menelusuri kembali jalur historis perpindahan masyarakat dari Batur Let menuju Desa Bayung Gede hingga bermukim di Desa Adat Batur saat ini. Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan sekaligus edukasi sejarah bagi generasi muda.

  • Pengembangan Kapasitas & Literasi: Workshop pelestarian bambu, pelatihan pemandu wisata, Seminar Kopi Kintamani, bedah buku, talk show kepemudaan, pemutaran film budaya Batur, hingga Cerdas Cermat Literasi Budaya.

  • Apresiasi Budaya & Hiburan: Peragaan busana adat Mapragat Bebaturan, melukis bersama, perlombaan permainan tradisional, hingga penampilan musisi lokal dan nasional.

Pesan Refleksi dan Kolaborasi Lintas Elemen

Dewan Pengarah 100 Tahun Batur, Dane Jero Penyarikan Duuran Batur (mewakili Palinggih Dane Jero Gede Batur), menyampaikan bahwa momentum ini mengajak masyarakat untuk selalu eling (ingat) akan akar sejarahnya dalam menghadapi tantangan zaman.

“Masyarakat dituntut memiliki sikap kritis dalam menyikapi perubahan, terutama di sektor pariwisata yang terus berkembang. Tantangan kita saat ini bukan hanya mengembangkan pariwisata, melainkan bagaimana mempertahankan ruang hidup dan warisan tradisi,” tegas Jero Penyarikan.

Penyelenggaraan festival ini merupakan hasil kolaborasi masif antara Desa Adat, Pemerintah Desa, Pemerintah Daerah, akademisi, komunitas budaya, hingga pelaku pariwisata. Generasi muda ditempatkan sebagai aktor utama agar semangat gotong royong dan ketangguhan para leluhur terus terpatri sebagai fondasi pembangunan masa depan.

Melalui Batur Village Festival 2026, Desa Adat Batur berharap dapat menggerakkan perekonomian masyarakat lokal sekaligus memastikan warisan leluhur tetap lestari melintasi zaman.

[ Editor : Sarjana ]

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru