Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.
News  

Nuanu Jadi Panggung Aksi Bela Diri Melawan Kanker

Balijani.id, 11 Okt 2025, 00:57 WIB

Tabanan, Balijani.id| Nuanu Creative City di Bali menjadi tuan rumah ajang bela diri bertema sosial bertajuk “Fight for a Cure” pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Sekitar 40 petarung dari 30 gym di seluruh Bali akan tampil dalam kegiatan yang bertujuan menggalang dana untuk riset kanker yang digagas oleh Germ Cell.

Acara ini bukan sekadar pertandingan bela diri, tetapi juga gerakan kemanusiaan. Melalui kegiatan tersebut, para peserta menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi sarana untuk membantu sesama dan mendukung penelitian medis yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan pihaknya bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan ini dan menilai olahraga serta aksi sosial dapat berjalan beriringan.

“Terkadang, hal utama bagi kami adalah kesempatan untuk menunjukkan seberapa besar kami ingin turut berkontribusi untuk komunitas sekitar,” ujarnya.

“Fight for a Cure adalah inisiatif luar biasa yang dipimpin oleh Kai, dan kami merasa sangat senang bisa menjadi bagian dari perjalanan ini – berkontribusi dengan cara apa pun yang bisa kami lakukan. Di Nuanu, kami percaya bahwa hiburan dan tujuan sosial bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru, keduanya bisa saling menguatkan dan menghadirkan pengalaman yang bermakna bagi semua orang. Saya tidak sabar melihat Nuanu menjadi panggung utama Fight for a Cure, di mana para petarung akan berjuang untuk gerakan ini.”

Melalui Nuanu Social Fund (NSF), Nuanu juga memberikan dukungan nyata berupa donasi Rp45 juta untuk membantu riset kanker yang dilakukan Germ Cell. Kontribusi ini menjadi bagian dari komitmen Nuanu dalam membangun komunitas Bali yang peduli dan berdaya.

Menurut Ida Ayu Astari Prada, Brand & Communications Director Nuanu Creative City, kerja sama ini lebih dari sekadar kegiatan antar lembaga.

“Akan selalu ada ruang untuk berkolaborasi, dan ini bukan hanya sekadar kemitraan antar perusahaan,” katanya. “Melalui Nuanu Social Fund (NSF), kami siap mendukung inisiatif yang membawa dampak nyata, sekaligus membuka kesempatan bagi siapa pun, baik dari Bali maupun luar Bali, untuk berkontribusi dan menciptakan perubahan positif. Setiap orang berhak mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk perawatan kanker. Fight for a Cure membantu mewujudkan hal itu melalui dukungan luar biasa dari komunitas Bali, dan kami sungguh berterima kasih bisa menjadi bagian dari perjalanan ini.”

Germ Cell didirikan pada 2022 oleh Kai Suteja, penyintas kanker asal Bali. Organisasi ini bekerja sama dengan Chris O’Brien Lifehouse dan Dr. Alexander, peneliti kanker otak terkemuka dunia, dan telah mengumpulkan dana lebih dari Rp1,1 miliar untuk mendukung penelitian kanker.

Kai menegaskan bahwa perjuangan melawan kanker adalah perjalanan panjang yang penuh makna.

“Saya telah melawan kanker bukan hanya sekali, tapi dua kali. Perjalanan ini tidak mudah, dan inilah alasan kami membangun Germ Cell,” ujarnya. “Saya sangat berterima kasih kepada semua yang telah bergabung dalam misi ini, dan kepada Nuanu yang telah menjadi tuan rumah bagi acara penuh makna ini. Bersama komunitas Bali, kita akan terus berbuat baik, membuktikan bahwa pertarungan bukan hanya soal kompetisi, tapi tentang berdiri untuk tujuan yang lebih besar.”

“Fight for a Cure” akan digelar di Block42, Nuanu Creative City, mulai pukul 16.00 WITA. Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi momentum kolaborasi antara olahraga, kreativitas, dan kepedulian sosial.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa bela diri tak hanya soal kemenangan di ring, tetapi juga tentang keberanian untuk membantu sesama dan mendukung perjuangan melawan kanker.

[ Editor : Sarjana ]

Advertisement
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru