Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.
News  

Nuanu Creative City Satukan Musisi Dunia dan Indonesia Lewat Program Music Residency di Bali

Balijani.id, 10 Apr 2026, 01:57 WIB

Tabanan, Balijani.id| Nuanu Creative City kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kreativitas global dengan menghadirkan program Music Residency yang mempertemukan musisi internasional dan Indonesia dalam satu ruang kolaborasi artistik di Bali.
Program yang berlangsung pada 6–11 April 2026 ini menjadi langkah strategis Nuanu dalam membangun ekosistem kreatif berkelanjutan. Tidak sekadar ajang berkumpul, Music Residency dirancang sebagai platform jangka panjang yang mendorong lahirnya karya-karya baru melalui kolaborasi lintas negara dan budaya.

Sebagai kawasan kreatif yang berkembang pesat, Nuanu Creative City menghadirkan ruang di mana ide, inovasi, dan ekspresi artistik dapat tumbuh secara organik. Lingkungan yang dirancang khusus ini memungkinkan para musisi, produser, dan penulis lagu untuk tidak hanya berkarya, tetapi juga saling terhubung dan memperluas jejaring hingga ke panggung internasional.

Brand and Communications Director Nuanu, Ida Ayu Astari Prada, menegaskan bahwa program ini mencerminkan esensi dari konsep “Creative City” yang diusung Nuanu.

“Nuanu adalah ruang di mana kreativitas tidak hanya ditampilkan, tetapi juga diciptakan dan dikolaborasikan. Music Residency ini menjadi wadah pertemuan antara seniman internasional dan Indonesia untuk bertukar ide dan melahirkan karya baru bersama,” ujarnya.

Program ini menghadirkan sederet talenta global seperti Bapari, Keiynan Lonsdale, Caleb Tasker, Narou, dan Sirachi, bersama tim Bodega Records yang terdiri dari Chris Siegfried, Peter Sabbagh, Willie Blomfield, Strukki, dan DRIZZZ. Sementara dari Indonesia, sejumlah nama besar turut ambil bagian, di antaranya Tenxi, Novia Bachmid, Young Lex, Nayaka, Bas Boi, Anniysa, Imelda Lizal, dan Suisei.

Salah satu peserta dari Indonesia, Tenxi, mengungkapkan bahwa pengalaman dalam program ini menjadi momen langka yang mendorong kreativitas secara maksimal. Ia menilai suasana kolaboratif yang dibangun mampu menghadirkan energi baru dalam proses penciptaan musik.

Kegiatan selama satu pekan ini mencakup berbagai rangkaian, mulai dari sesi penulisan lagu, diskusi kreatif, makan malam bersama para artis, hingga masterclass. Menariknya, publik juga diberikan kesempatan untuk menyaksikan proses kreatif tersebut, baik secara langsung maupun melalui platform daring.

Perwakilan Bodega Records, Chris Siegfried, turut menyoroti keunikan program ini yang dinilai mampu menciptakan kolaborasi secara alami. Menurutnya, lingkungan Nuanu menjadi faktor kunci dalam melahirkan proses kreatif yang organik dan autentik.
Menjelang penutupan program, Nuanu Creative City semakin mengukuhkan perannya sebagai ruang pertemuan global bagi para pelaku industri musik. Kehadiran Music Residency ini menjadi bukti nyata bahwa Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dunia yang terus berkembang.

Dengan konsep yang terintegrasi dan visi jangka panjang, Nuanu Creative City terus mendorong lahirnya inovasi serta kolaborasi lintas budaya, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri kreatif global.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru