News  

Hari Nyepi, Doktor Caput Bantu Pasien Melahirkan, Bakti Tidak Terbatas Waktu

Balijani.id, 12 Mar 2024, 13:56 WIB

Buleleng, Balijani.id ~ Salah satunya spesialis kandungan Dr. Dr Ketut Putra Sedana, SPOG Mereka harus mempersiapkan nyali besar dalam melayani pasien melahirkan. Pasien wajib diselamatkan, gerimis menemani seorang dokter spesialis untuk membantu seorang wanita yang akan melahirkan pada Senin (11/3/2024) pagi menjelang siang.

Pria yang akrab disapa Dokter Caput tersebut dibonceng menggunakan sepeda motor dan diantar oleh seorang pecalang (penjaga keamanan) menuju Klinik Permata Bunda Singaraja. Bukan tanpa alasan, pasalnya hari ini bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946.

Ibu yang melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan itu, melahirkan secara normal. Memiliki berat 3 kilo 300 gram, bayi perempuan dan ibunya dalam keadaan sehat dan selamat.

Dihubungi via telepon, Dokter Caput mengatakan, sebagai dokter, khususnya dokter kandungan, secara otomatis harus siap di segala kondisi, tidak terkecuali saat Nyepi. Doktet Caput menjelaskan, di klinik tersebut, setiap harinya, selalu ada perkiraan bayi yang akan lahir.

“Pelayan medis semua harus stanby di segala kondisi apapun ya,” ucap dokter Caput.

Dia menceritakan proses menuju klinik untuk menolong pasien melahirkan. Mengingat Hari Raya Nyepi merupakan moment Umat Hindu bersama untuk mengikuti Catur Brata Penyepian, maka aktivitas dijalan dijaga ketat oleh para pecalang (penjaga keamanan).

“Karena saya memiliki kepentingan menolong pasien, maka pecalang sigap, ikut mengawal bahkan mengantar saya dari rumah ke klinik, Astungkara berjalan lancar,” ujarnya tersenyum.

Dokter Caput saat dibonceng menggunakan sepeda motor dan diantar oleh seorang pecalang (penjaga keamanan) menuju Klinik.

Saat ditanya perasaannya membantu pasien melahirkan saat momen spesial Hari Raya Nyepi, dirinya memaparkan bahwa ada perasaan lebih bahagia dari hari biasa. Bukan tanpa alasan, baginya moment Nyepi merupakan momen khusus untuk umat melakukan bhakti yang sesungguhnya.

“Bhakti bagi mereka yang memerlukan pertolongan, dan di bidang saya yakni melahirkan, ini luar biasa bagi saya, memberikan inspirasi dan hanya melalui bhakti kita dapat berarti,” ucapnya.

Dirinya juga menegaskan, bahwa kebanggan bagi para dokter adalah saat mampu membantu menyembuhkan dan menyelamatkan pasien. Dengan demikian dokter akan merasa bahagia dan bangga.

“Ketika mereka kembali tersenyum, bahagia dengan apa yang dokter lakukan, hanya itu kebanggan kami,” katanya mengakhiri.

Sumber : RRI.co.id

Editor : Nyoman Sarjana

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru