Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.

Gali Potensi Pariwisata Badung Utara, Pasemetonan Adi Braya dan IFBEC Bali Gelar Cycling Morning di Honey Hills Sulangai

Balijani.id, 12 Agu 2026, 02:13 WIB
Peserta Cycling Morning & Meet-Up Pariwisata Alam saat bersepeda meninjau penangkaran Madu Kele di kawasan Honey Hills Desa Sulangai Petang Badung

PETANG, BADUNG, Balijani.id | Dalam upaya menggali dan mempromosikan potensi pariwisata alam di kawasan Badung Utara, Pasemetonan Adi Braya Divisi Pariwisata bekerja sama dengan Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) BALI serta kelompok UMKM Pariwisata Desa Sulangai menggelar kegiatan Cycling Morning & Meet-Up Pariwisata Alam. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Honey Hills, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, pada Sabtu (8/8/2026).

Acara ini diselenggarakan untuk mengangkat kekayaan alam Desa Sulangai yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi Healthy, Wellness, and Renewal Tourism—sebuah konsep wisata kesehatan dan kebugaran yang menjadi bagian penting dari Premium Destination Bali.

Edukasi Penangkaran Madu Kele dan Potensi Wisata Sehat

Selama kegiatan berlangsung, para peserta diajak bersepeda menikmati udara segar pegunungan, sekaligus meninjau langsung budidaya penangkaran Madu Kele (Trigona sp.). Penangkaran ini merupakan salah satu potensi unggulan di Honey Hills yang menyajikan nilai edukasi tinggi serta mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.

Gus Mahendra dari Pasemetonan Adi Braya, mendampingi Eka Darmawan beserta Tim Pariwisata, menyampaikan bahwa kawasan Badung Utara memiliki karakter alam yang sangat khas dan berpotensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

“Badung Utara, khususnya Desa Sulangai, menyimpan potensi alam luar biasa yang mendukung konsep wisata sehat dan berkelanjutan. Sinergi antara komunitas, pelaku UMKM, dan asosiasi profesional seperti IFBEC Bali menjadi kunci utama untuk membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat,” ujar tim penyelenggara.

Melalui sinergi antar-pemangku kepentingan ini, kawasan Honey Hills diharapkan mampu menjadi salah satu magnet wisata baru di Bali Tengah dan Utara yang mengedepankan kelestarian lingkungan, edukasi, dan kesejahteraan komunitas lokal.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru