Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.

Sempat Terhenti Sejak Pandemi, Mahasiswa KKN Unud Aktifkan Kembali ‘Terasirtam’ di Pantai Giri Emas

Balijani.id, 13 Agu 2026, 14:55 WIB
Peserta saat mengikuti sesi relaksasi Terapi Panas Pasir Hitam (Terasirtam) yang diaktifkan kembali oleh mahasiswa KKN PPM Unud di Pesisir Pantai Desa Giri Emas Buleleng

BULELENG, Balijani.id | Setelah sempat terhenti sejak pandemi Covid-19 tahun 2019 lalu, program Terasirtam (Terapi Panas Pasir Hitam) kembali diaktifkan di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Inovasi kesehatan berbasis potensi alam lokal ini dibangkitkan kembali oleh tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Udayana (Unud) Angkatan XXXIII Tahun 2026.

Pengaktifan kembali Terasirtam ini dipimpin langsung oleh pencetusnya, Agus Dharma—yang juga bertindak sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Unud—dengan dukungan penuh dari Kelihan Desa Adat Giri Emas Jro Wayan Sunarsa, tokoh masyarakat Trianasari, komunitas Om Unity, serta warga setempat.

Program ini memanfaatkan karakteristik pasir hitam pesisir Giri Emas yang secara alami mampu menyerap radiasi sinar matahari untuk menghasilkan hantaran panas yang menenangkan tubuh.

“Terasirtam dikembangkan dengan semangat menghubungkan potensi alam, kreativitas mahasiswa, dan kebutuhan masyarakat akan ruang relaksasi yang sederhana serta berbasis lingkungan,” ungkap Agus Dharma.

Prosedur Relaksasi dan Pemulihan (Recovery)

Rangkaian terapi Terasirtam dirancang secara terstruktur selama kurang lebih 20 menit, terdiri dari 15 menit sesi relaksasi pasir hangat dan 5 menit tahap pemulihan (recovery):

  1. Sesi Relaksasi (15 Menit): Peserta dalam posisi berbaring nyaman menikmati kehangatan pasir hitam yang telah menyerap energi matahari. Dipandu instruktur, peserta diajak mengatur pernapasan perlahan (menarik napas melalui hidung dan menghembuskannya melalui mulut) guna melepaskan ketegangan otot dan menenangkan pikiran.

  2. Sesi Pemulihan (5 Menit): Sebagai penutup, peserta menjalani transisi perlahan untuk mengembalikan kesadaran tubuh dengan merenggangkan jari tangan dan kaki. Sebagai penyegar alami pasca-relaksasi, peserta disajikan air kelapa muda.

Keamanan dan Potensi Wellness Tourism

Mengingat pemanfaatan panas pasir dilakukan secara alami tanpa alat pemanas buatan, keselamatan dan kenyamanan peserta menjadi prioritas utama. Sebelum dan selama prosesi, pengelola memantau kondisi fisik, tingkat kehangatan pasir, serta durasi paparan guna memastikan keamanan peserta.

Agus Dharma menegaskan bahwa Terasirtam diposisikan sebagai sarana relaksasi dan kebugaran berbasis potensi lokal, bukan sebagai pengganti tindakan pengobatan medis.

Ke depan, program yang dibangkitkan kembali oleh mahasiswa KKN PPM Unud XXXIII ini diproyeksikan dapat menjadi embrio destinasi wisata kesehatan (wellness tourism) unggulan di Desa Giri Emas, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru