News  

Ditengah Keterbatasan Dana, Pura Ulun Danu Bulian Gelar Piodalan di Purnama Kedasa”

Balijani.id, 12 Apr 2025, 09:10 WIB

Buleleng, Balijani.id ~ Pura Ulun Danu Bulian Desa Pancasari Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng, menggelar piodalan Purnama Kedasa pada Sabtu (12/4/2025). Selaku pengempon ayah adalah Banjar Sari Kelod, Desa Pancasari.

Dalam penjelasannya disela-sela pelaksanaan piodalan, Jro Sumadiana, Pengempon ring pelemahan Pura Ulun Danu Bulian mengatakan, setiap kali digelar piodalan di pura tersebut, persoalan yang sering dihadapi adalah soal pendanaan. Krame sering kebingungan terkait pendanaan.

“Seharusnya soal pelaksanaan piodalan seharusnya dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah Kabupaten Buleleng berkoordinasi dengan subak – subak dari dua kecamatan selaku pengempon brokat uluning Buleleng sampai saat ini belum dikondisikan maksimal,” ucap Jro Sumadiana.

Seperti pada upacara piodalan yang digelar tersebut, Jro Sumadiana mengeluhkan belum adanya kontribusi dana dari subak – subak untuk mendukung upacara tersebut. Bahkan, kata dia, mewakili desa pernah berkoordinasi dengan Bupati Buleleng untuk membicarakan soal pendanaan upacara piodalan.

“Tahun lalu ada dana sebesar Rp 33 juta dan sudah diusulkan kebagian Kesra agar anggaran itu dinaikkan sesuai proposal mengingat perkembangan zaman dimanak  otomatis harga untuk kepentingan upacara seperti buah-buahan dipastikan sudah naik,” ungkapnya.

Jro Sumadiana menambahkan, sepatutnya setiap tahun pengajuan propsal ada kenaikan permohonan anggaran antara 10 – 15 persen agara pembiayaan upacara piodalan dapat terselenggara dengan sempurna.

“Dana dari kabupaten seperti itu adanya. Tahun lalu upacara menghabiskan anggaran Rp 60 juta dan itu desa yang memback up anggarannya. Jika saja subak-subak bisa menyumbang Rp 500 ribu mungkin dana itu bisa tercover. Saya berharap Camat melalui Forkom bisa menjembataninya,” papar Jro Sumadiana.

Selama ini menurutnya, terus dilakukan koordinasi namun buntu karena tidak ada respon dari pihak terkait. Bahkan Jro Bendesa sering mempertanyakan pembiaran posisi Pura Ulun Danu Bulian Desa Pancasari sebagai Uluning Buleleng.

“Sepertinya diabaikan. Di Bali ada 4 danau dan dua danau Batur dan Bratan pelaksanaan upacaranya wah. Hanya di Danu Buyan dan Tamblingan yang apa adanya. Kalau posisi dua danau ini sebegai Uluning Nuleleng mestinya dikondisikan dengan baik baik oleh sad desa maupun subak-subak,” ujarnya.

Mestinya, lanjut Jro Sumadina, setiap kali digelar upacara piodalan harus ada pakelem kebo, namun karena keterbatasan dana upacara yang dilakukan yang paling alit yakni pakelem bebek.

“Hanya itu. Bahkan belum lama ini dari PDAM (Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Hita Buleleng) akan menggelar upacara pakelm kebo, namun karena tidak ada biaya akhirnya rencana itu gagal. Kami berharap kedepan para pengajeg Buleleng bisa mengkondisikan masalah ini dengan baik,”tandasnya.

[ Reporter : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru