Buka Konferensi Internasional APNHR 2026, Gubernur Koster Tegaskan Pembangunan Perumahan Harus Menjaga Peradaban Bali

Balijani.id, 5 Okt 2026, 16:52 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan arahan dalam pembukaan konferensi internasional Asia Pacific Network for Housing Research (APNHR) 2026 di Politeknik Pariwisata Bali, Nusa Dua, Senin (5/10/2026).

NUSA DUA, Balijani.id | Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka konferensi internasional Asia Pacific Network for Housing Research (APNHR) 2026 di Gedung MICE Widyatula, Politeknik Pariwisata Bali, Nusa Dua, Senin (5/10/2026). Dalam arahannya, Koster menegaskan bahwa pembangunan perumahan dan permukiman bukan sekadar penyediaan fisik tempat tinggal, melainkan fondasi utama dalam membangun kualitas kehidupan dan peradaban manusia.

Mengusung tema “Navigating Asia-Pacific Housing Futures: Financialization, Technology, Governance, and Climate Action”, forum ini menghimpun akademisi, peneliti, pemerintah, hingga praktisi dari berbagai negara kawasan Asia-Pasifik. Konferensi ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) serta Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB.

“Masa depan perumahan sesungguhnya adalah masa depan peradaban. Di Bali, pembangunan hunian tidak boleh dilepaskan dari kearifan lokal, perubahan ekonomi, teknologi, tata kelola, dan tantangan perubahan iklim,” tegas Koster.

Hunian Berkelanjutan Tanpa Mengorbankan Masa Depan Bali

Gubernur Koster menjelaskan, perencanaan perumahan di Bali berlandaskan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan (100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125) yang diatur dalam Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Menurutnya, Bali memiliki keterbatasan ruang. Pemenuhan kebutuhan hunian tidak boleh mengorbankan lahan pertanian produktif, kawasan pesisir, sumber air, maupun ruang ekologis. Hal ini ditegaskan lewat Perda Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif dan Larangan Alih Kepemilikan Lahan secara Nominee.

“Kita tidak boleh menyelesaikan persoalan perumahan hari ini dengan menciptakan masalah ruang bagi generasi berikutnya. Rumah yang kita bangun hari ini tidak boleh menjadi beban bagi Bali 20, 50, atau 100 tahun mendatang,” lanjutnya.

Koster juga memperkenalkan filosofi Sad Kerthi dan penguatan peran desa adat sebagai landasan Bali dalam menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan kebudayaan dalam pembangunan tata ruang dan permukiman.

Kolaborasi Internasional dan Anugerah Inovasi Desain

Chair of the Organising Committee APNHR Conference 2026, Ir. Sugiantoro, menyampaikan bahwa dari 149 paper yang masuk, sebanyak 96 karya ilmiah terpilih untuk dipresentasikan dalam konferensi yang berlangsung selama tiga hari ini. Konferensi ini diharapkan melahirkan kemitraan kuat dan kebijakan perumahan yang responsif di kawasan Asia-Pasifik.

Rangkaian APNHR 2026 juga dirangkaikan dengan Anugerah Inovasi Desain Rumah Bali Era Baru 100 Tahun ke Depan. Sebanyak 10 karya finalis dipamerkan (Showcase/Exhibition) sekaligus menjalani penjurian tahap akhir untuk melahirkan konsep hunian masa depan yang memadukan kearifan lokal, arsitektur khas Bali, dan teknologi global.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru