Buleleng Cup VII Jadi Ajang Pembibitan Rugby, 37 Tim Berebut Tiket Porprov 2027

Balijani.id, 21 Okt 2026, 12:18 WIB
Suasana pertandingan Kejuaraan Rugby Buleleng Cup VII di Lapangan Desa Anturan yang diikuti 37 tim pelajar dari tingkat SD hingga SMA, 21–24 Oktober 2026.

BULELENG, Balijani.id | Lapangan Desa Anturan menjadi arena unjuk kemampuan ratusan atlet muda dalam Kejuaraan Rugby Buleleng Cup VII bertajuk “Unleash Your Power” yang digelar pada 21–24 Oktober 2026. Kejuaraan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan juga langkah strategis dalam menjaring atlet-atlet potensial untuk memperkuat Kabupaten Buleleng pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.

Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Rugby Bali, Komang Nova Sewi Putra, menyampaikan bahwa Buleleng Cup VII merupakan tonggak penting dalam memperluas pembinaan rugby, khususnya pada kelompok usia dini. Ia turut menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh dari KONI Buleleng serta semangat Pengurus Kabupaten (Pengkab) Rugby Buleleng.

“Terima kasih kepada KONI Buleleng yang sudah mendukung Buleleng Cup ke-7 ini. Saya juga mengapresiasi Ketua Rugby Buleleng yang dengan semangat tinggi terus memajukan rugby hingga berkembang pesat seperti sekarang,” ujar Komang Nova.

Menurutnya, pembinaan rugby harus dimulai dari tingkat daerah dan jenjang usia dini agar Provinsi Bali memiliki basis atlet yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai bukti nyata, tim rugby putri Bali sebelumnya berhasil menyabet medali emas pada PON Aceh-Sumut 2024. Pencapaian tersebut menjadi dorongan moral untuk mempertahankan prestasi serta melahirkan regenerasi atlet berkualitas.

“Melalui event seperti ini, kita mencari bibit atlet dari tingkat anak-anak untuk dikembangkan hingga berprestasi di kancah nasional maupun internasional. Harapan saya, rugby Bali bisa bangkit, jaya, dan kembali menyumbangkan emas pada PON mendatang—baik dari kategori putra maupun putri,” tegasnya.

Selain Buleleng, Kabupaten Klungkung juga menggelar agenda serupa sebagai bagian dari pemetaan dan pembinaan atlet daerah. Tak hanya itu, Rugby Bali juga bersiap menghadapi sejumlah agenda besar lainnya, seperti PON Pantai dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Bogor, dengan membawa 12 atlet terbaik setelah mendapat persetujuan dari KONI Bali.

Mendorong Pembinaan Bertahap Menuju Porprov 2027

Sementara itu, Ketua Harian KONI Kabupaten Buleleng, I Putu Nova Anita Putra, menegaskan pentingnya kompetisi sebagai muara dari proses pembinaan atlet. Meskipun masih bersifat kompetisi internal daerah, ajang ini dinilai sangat efektif untuk mengukur kesiapan fisik dan mental bertanding para atlet muda.

“Ujung dari pembinaan adalah kompetisi. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi calon atlet, terutama dalam beradaptasi dengan atmosfer pertandingan pada level yang lebih tinggi,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh cabang olahraga di bawah naungan KONI Buleleng didorong untuk mengadakan seleksi dan kompetisi internal. Langkah ini memastikan bahwa atlet yang nantinya mewakili Buleleng pada Porprov 2027 adalah mereka yang benar-benar memiliki ketangguhan, stamina, dan performa terbaik.

“Kami berharap rugby dapat melahirkan atlet-atlet handal yang siap membawa nama Buleleng meraih prestasi setinggi-tingginya,” tambahnya.

Antusiasme Tinggi Pelajar dari Berbagai Jenjang

Antusiasme peserta menjadi salah satu sorotan utama dalam pelaksanaan Buleleng Cup VII. Berdasarkan data panitia, kejuaraan ini diikuti oleh 37 tim dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.

Adapun rincian peserta kejuaraan ini meliputi:

  • Sekolah Dasar (SD): 18 tim

  • SMP Putra: 8 tim

  • SMP Putri: 9 tim

  • Sekolah Menengah Atas (SMA): 10 tim

Partisipasi ratusan pelajar dari berbagai kecamatan ini mengejutkan sekaligus menggembirakan pihak KONI Buleleng, menandakan bahwa olahraga rugby makin diminati oleh generasi muda.

“Melihat banyaknya peserta dari tingkat SD dan SMP, ini sinyal positif bahwa pembibitan atlet usia dini berjalan baik. Ini harus terus dipertahankan dan ditumbuhkan, tidak hanya di sekolah tetapi juga lewat pembentukan klub-klub di tingkat masyarakat maupun kecamatan,” pungkas I Putu Nova Anita Putra.

Dengan digelarnya Buleleng Cup VII, diharapkan fondasi pembinaan olahraga rugby di Kabupaten Buleleng semakin kokoh, sekaligus membuka jalan lebar bagi para atlet muda untuk menembus panggung olahraga yang lebih tinggi.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru