Gubernur Koster Gelar Psikotes Eselon II: Ingin Potret Karakter Utuh, Bukan Sekadar Portofolio

Balijani.id, 20 Okt 2026, 20:10 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster saat meninjau langsung pelaksanaan tes psikologi bagi pejabat Eselon II di lingkungan Pemprov Bali di Kampus Sudirman Universitas Udayana, Denpasar.

DENPASAR, Balijani.id | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk membangun birokrasi yang profesional dan tepat sasaran. Hal ini disampaikan saat ia meninjau langsung pelaksanaan tes psikologi (psikotes) bagi seluruh pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, yang berlangsung di Ruang Sidang Prof. dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah, Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Kampus Sudirman, Denpasar.

Gubernur Koster menjelaskan bahwa agenda psikotes ini sama sekali bukan bertujuan untuk mencari-cari kesalahan pejabat, melainkan untuk memperoleh pemetaan profil serta karakteristik personal yang lebih utuh dan komprehensif.

“Terima kasih telah mengikuti tes psikotes ini. Saya ingin mendapatkan gambaran profil karakteristik personal seluruh pejabat Eselon II secara utuh,” ujar Gubernur Bali di hadapan para peserta.

Evaluasi Penilaian Manajemen Talenta

Menurut Koster, selama ini sistem penilaian melalui manajemen talenta masih menyisakan celah bias dan belum sepenuhnya selaras dengan realita dinamika kerja di lapangan. Dalam proses pengisian jabatan Eselon II, III, dan IV sebelumnya, penilaian promosi kerap kali hanya mengandalkan berkas portofolio tanpa tatap muka langsung. Hal tersebut dinilai belum tentu mencerminkan kompetensi dan kapabilitas yang sesungguhnya.

“Sebab itu, saya menginisiasi tes ini agar mendapatkan gambaran personal yang lebih utuh. Saya ingin posisi strategis ini betul-betul diisi oleh figur yang memiliki kompetensi profesional dan jiwa kepemimpinan yang tepat,” tegas Koster.

Ia menambahkan, pejabat Eselon II memegang peran kunci sebagai perpanjangan tangan Gubernur dalam mengeksekusi serta mengoperasionalkan berbagai program strategis di masing-masing perangkat daerah.

Pengaruh Karakter terhadap Ekosistem Kerja

Lebih jauh, Koster menguraikan bahwa karakter personal seseorang sangat memengaruhi perilaku dan gaya kepemimpinan. Secara sosiologis, dominasi karakter positif atau negatif akan berdampak langsung pada kinerja individu serta ekosistem lingkungan kerja di instansinya.

Gubernur Bali juga menjamin bahwa seluruh data dan hasil akhir psikotes ini bersifat rahasia serta tidak akan dipublikasikan ke umum.

“Hasilnya dijamin rahasia dan tidak disebarluaskan. Tes ini bukan instrumen untuk serta-merta mencopot seseorang dari jabatannya. Namun, ini menjadi pijakan evaluasi ke depan jika ada kinerja yang tidak optimal, khususnya di level Eselon II,” terangnya.

Dorong Efektivitas dan Akselerasi Kinerja ASN

Di akhir arahannya, Gubernur mengimbau seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk terus meningkatkan performa kerja. Setiap pejabat diminta mengeksekusi program secara terukur sesuai matriks yang ditetapkan serta berpegang teguh pada Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing.

“Setiap pejabat tidak hanya dituntut bekerja secara sistematis, tetapi juga paham bagaimana berkinerja baik sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Ke depan, harus lebih responsif dan tepat dalam mengawal kebijakan,” pungkasnya.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru