KPU Buleleng Edukasi Siswa SMKN 2 Seririt: Bangun Kesadaran Demokrasi dan Cetak Pemilih Cerdas

Balijani.id, 14 Okt 2026, 18:08 WIB
KPU Kabupaten Buleleng memberikan edukasi dan membangun kesadaran demokrasi bagi para siswa melalui kegiatan pendidikan pemilih di SMKN 2 Seririt.

Singaraja, Balijani.id | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan pendidikan pemilih di SMKN 2 Seririt. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman para siswa mengenai nilai-nilai demokrasi, mekanisme pemilihan umum, serta pentingnya menjadi pemilih yang cerdas dan berintegritas.

Kegiatan ini disambut hangat oleh Kepala SMKN 2 Seririt, I Ketut Bawa. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim KPU Kabupaten Buleleng dan berharap program pendidikan demokrasi ini dapat terus berlanjut secara berkala melalui kegiatan Bulan Demokrasi di sekolah.

I Ketut Bawa mengungkapkan bahwa sekolahnya akan menggelar agenda penting, yakni pemilihan calon pengurus PKS dan Ketua OSIS pada Jumat mendatang. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh siswa untuk memanfaatkan sesi edukasi ini dengan optimal.

  • Harapan Pihak Sekolah: “Kami berharap para siswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh langsung dalam proses pemilihan di lingkungan sekolah, serta mampu membagikan informasi positif ini kepada teman dan lingkungan sekitarnya secara tepat, jujur, dan tidak berpihak,” ujarnya.

Materi utama pendidikan pemilih disampaikan langsung oleh Anggota KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata. Ia memaparkan tugas dan fungsi KPU, termasuk berbagai program kerja di luar agenda pilkada dan pemilu—seperti pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, pengarsipan, hingga edukasi pemilih pemula.

Menghapus Stigma Negatif Politik

Dalam pemaparannya, Putu Arya mengajak siswa untuk memandang politik secara terbuka dan bijak. Politik bukanlah hal yang tabu, melainkan bagian tak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Ia juga menjelaskan esensi demokrasi sebagai sistem dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pemahaman dasar ini sangat krusial agar generasi muda sadar akan hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara.

Khusus di lingkungan sekolah, Putu Arya memperkenalkan Tiga Pilar Demokrasi Sekolah:

  • Kebebasan berpendapat

  • Kesetaraan hak

  • Musyawarah untuk mufakat

Ketiga prinsip tersebut merupakan pondasi utama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis, demokratis, dan saling menghargai perbedaan.

Asas Pemilu dan Pengawasan Partisipatif

Selanjutnya, dipaparkan pula asas pemilu LUBER JURDIL (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil) serta pentingnya pengawasan partisipatif. KPU menekankan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas lembaga penyelenggara, tetapi juga tanggung jawab masyarakat luas, termasuk pelajar.

Sebagai contoh konkret penerapan demokrasi, materi juga membedah tahapan Pemilihan Ketua OSIS—mulai dari pendaftaran, pengenalan kandidat, penyampaian visi-misi, hingga pemungutan suara. Siswa juga diperkenalkan dengan fungsi badan ad hoc serta peran krusial tinta pemilu sebagai penanda pencegahan pemungutan suara ganda.

Tips Menjadi Pemilih Cerdas

KPU Buleleng memberikan beberapa panduan bagi para siswa agar menjadi pemilih pemula yang cerdas dan kritis:

  1. Kenali Calon: Pelajari latar belakang, nama, dan rekam jejak kandidat agar tidak keliru saat mencoblos.

  2. Cermati Visi & Misi: Pahami program kerja yang ditawarkan, bukan sekadar popularitas.

  3. Cerdas Bermedia Sosial: Bersikap kritis terhadap informasi, saring berita sebelum dibagikan, dan hindari terpengaruh hoaks (berita bohong).

  4. Mandiri & Bertanggung Jawab: Gunakan hak pilih secara bebas tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Acara diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, di mana para siswa antusias mengajukan pertanyaan serta bertukar pandangan terkait pelaksanaan pemilu dan demokrasi.

Melalui kegiatan edukasi ini, KPU Kabupaten Buleleng berharap lahir generasi muda yang sadar akan hak politiknya serta mampu menjadi agen perubahan dalam menerapkan nilai-nilai demokrasi, baik di sekolah maupun di masyarakat umum.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru