Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.

Perayaan Serentak Tumpek Uye di Bali: Momentum Jaga Keharmonisan Alam dan Pelestarian Satwa

Balijani.id, 6 Sep 2026, 09:06 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran pimpinan daerah saat mengikuti rangkaian perayaan Rahina Tumpek Uye di Pura Luhur Batukau, Kabupaten Tabanan, Sabtu (5/9/2026).

TABANAN, Balijani.id | Umat Hindu di seluruh Bali merayakan Rahina Tumpek Uye (Tumpek Kandang) secara serentak pada Sabtu, 5 September 2026. Tidak sekadar diisi dengan ritual persembahyangan, peringatan yang jatuh pada Sabtu (Kliwon) Wuku Uye ini diwujudkan melalui berbagai aksi nyata perlindungan satwa dan pelestarian lingkungan di berbagai wilayah Kabupaten/Kota se-Bali.

Untuk tingkat Provinsi Bali, puncak peringatan dipusatkan di Pura Luhur Batukau, Kabupaten Tabanan. Peringatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila, serta jajaran perangkat daerah dan masyarakat umum.

Rangkaian acara diawali dengan aksi memberi makan ikan di kolam Beji Pura Luhur Batukau, dilanjutkan pelepasan ratusan ekor burung titiran ke alam bebas. Setelah itu, rombongan melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Beji dan Pura Penataran Luhur Batukau.

Keterangan Foto (Caption):
Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran pimpinan daerah saat mengikuti rangkaian perayaan Rahina Tumpek Uye di Pura Luhur Batukau, Kabupaten Tabanan, Sabtu (5/9/2026).

Vaksinasi HPR dan Aksi Pelestarian Lingkungan

Sebagai wujud kepedulian pada kesehatan satwa, Gubernur Bali beserta rombongan turut meninjau pelaksanaan vaksinasi rabies dan sterilisasi massal terhadap Hewan Penular Rabies (HPR), khususnya anjing, di Banjar Wangaya Kaja, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel.

“Pelaksanaan Tumpek Uye dilakukan sebagai bentuk penghormatan manusia terhadap keberadaan binatang yang memberikan banyak manfaat bagi kehidupan,” ungkap pernyataan resmi panitia.

Langkah ini sejalan dengan ajaran falsafah Tri Hita Karana, pandangan hidup masyarakat Bali yang mengedepankan keharmonisan hubungan antara Manusia dengan Tuhan (Parhyangan), Manusia dengan Sesama (Pawongan), serta Manusia dengan Alam dan Isinya (Palemahan).

Aksi nyata pelestarian fauna juga berlangsung serentak di berbagai daerah di Bali. Di antaranya, pelaksanaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bahaya rabies serta vaksinasi HPR massal di berbagai titik kabupaten/kota.

Sementara itu, di pesisir Pantai Masceti (Gianyar) dan Oemah Penyu Desa Uma Anyar (Seririt, Buleleng), perayaan diwarnai dengan pelepasliaran ratusan tukik ke laut lepas guna menjaga keberlangsungan ekosistem maritim Bali.

Melalui perayaan serentak ini, Rahina Tumpek Uye menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa satwa adalah bagian tak terpisahkan dari keseimbangan alam. Peringatan ini diharapkan terus memperkokoh kearifan lokal Bali dalam menjaga keharmonisan antara manusia, lingkungan, dan seluruh makhluk hidup. (NS)

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Advertisement
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru