DENPASAR, Balijani.id — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani, menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia menitipkan doa agar warga yang terdampak diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut. “Semoga masyarakat di sana tabah, kuat menghadapi ujian ini, dan senantiasa mendapat perlindungan dari Tuhan,” ujar Tutik.
Pernyataan tersebut disampaikan Tutik saat menghadiri perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI di Kantor DPD Partai Demokrat Bali, Minggu (23/8/2026).
Menurut Tutik, bulan Agustus merupakan momentum spesial bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. “Persatuan ini lahir dari rasa kebersamaan, toleransi, kerja sama yang kuat, serta rasa cinta tanah air dari seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.
Dorong Program MBG Menjangkau Daerah 3T
Selain isu kebangsaan, Tutik menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mendorong agar program tersebut diprioritaskan untuk menjangkau masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sekaligus mendukung percepatan penanganan stunting.
Ia menilai kebutuhan program MBG di wilayah Indonesia Timur masih sangat besar, sehingga tata kelolanya perlu terus diperbaiki agar tepat sasaran. Di sisi lain, ia menegaskan bahwa anggaran pendidikan harus tetap sesuai amanat Undang-Undang, yakni sebesar 20 persen dari APBN.
“Anggaran pendidikan 20 persen itu sesuai undang-undang dan tidak boleh diganggu gugat. Jadi, anggaran untuk MBG nantinya disisir dari alokasi anggaran yang lain,” terangnya.
Ajak Anak Muda Bali Manfaatkan Program Magang Hub
Sebagai anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi ketenagakerjaan, Tutik juga menaruh perhatian pada tingginya angka pengangguran dari kalangan lulusan SMK. Untuk mengatasi hal tersebut, ia mendorong generasi muda, khususnya di Bali, memanfaatkan berbagai program Kementerian Ketenagakerjaan seperti Magang Hub.
Program tersebut dinilai efektif membuka kesempatan bagi Generasi Z untuk memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan potensi daerah, seperti sektor pariwisata dan industri kreatif di Bali.
“Generasi muda harus makin paham IT. Buka informasi di ponsel kalian, di sana banyak peluang program Magang Hub dari Kementerian Ketenagakerjaan. Gunakan ponsel secara lebih produktif, misalnya 70 persen untuk hal positif dan 30 persen untuk hiburan,” pesan Tutik.
Mengakhiri keterangannya, Tutik berharap pemuda Bali lebih aktif mencari peluang pengembangan diri melalui teknologi. “Ayo lebih IT-minded dan produktif memanfaatkan teknologi untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.










