RISE for Tomorrow: Cetak Generasi Muda Buleleng Berkarakter dan Berani Memimpin Masa Depan

Balijani.id, 25 Jul 2026, 07:15 WIB
Founder RISE Talks Singaraja Nana Trianasari bersama Dr Agus Dharma dan para peserta Young Risers saat foto bersama di acara RISE for Tomorrow

SINGARAJA, Balijani.id | RISE Talks Singaraja kembali membuka ruang inspirasi dan pemberdayaan bagi generasi muda daerah melalui gelaran bertajuk RISE for Tomorrow: Today’s Dreamers, Tomorrow’s Leaders pada Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung hangat ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari siswa-siswi SMKN 1 Kubutambahan, SMKN 2 Sambangan, para guru pendamping, serta mahasiswa Universitas Udayana.

Acara dibuka secara resmi oleh Founder RISE Talks Singaraja sekaligus Ketua LPK Panji Sakti, Nana Trianasari. Dalam sambutan pembukanya, Nana membakar semangat para Young Risers untuk berani bermimpi besar, mengembangkan potensi diri, dan bersiap menjadi elemen kepemimpinan di masa depan.

“Jangan pernah merasa terlalu muda untuk memberi dampak. Boleh jadi usia masih belia, tetapi ide, keberanian, dan kepedulian kalian dapat menginspirasi banyak orang. Dunia tidak memerlukan anak-anak yang hanya pandai mengikuti jejak, melainkan generasi yang mampu menciptakan jejaknya sendiri,” tegas Nana di hadapan puluhan peserta.

Sesi Inspiratif Lintas Generasi dan Latar Belakang

Untuk memberikan wawasan yang komprehensif, sesi inspiratif menghadirkan tiga pembicara dari latar belakang berbeda. Ketuanya Balawista Buleleng, Dr. Ir. Agus Dharma, M.T., membagikan nilai-nilai kepemimpinan yang berakar dari tanggung jawab, kedisiplinan, serta semangat tulus melayani masyarakat.

Perspektif kepemimpinan muda dipaparkan oleh dua Young Risers, yakni Tisya Anindita (mahasiswa Universitas Udayana) dan Kadek Dwi Arsana (siswa SMKN 2 Sambangan). Keduanya sepakat menekankan bahwa usia muda bukanlah batasan untuk berkarya dan menginspirasi. Mereka mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan setiap peluang belajar guna mengembangkan kapasitas diri secara berkelanjutan.

Jalannya acara kian dinamis dan interaktif di bawah panduan Gustaf Nafi Isbat. Mahasiswa Universitas Udayana yang baru saja menyelesaikan tugas sebagai Master of Ceremony (MC) di ajang internasional Thailand ini sukses menghidupkan suasana melalui gaya komunikasi yang energik dan inklusif.

Bangun Kebersamaan dan Komitmen Berkelanjutan

Tak sekadar pemaparan materi, antusiasme peserta dipacu lewat berbagai games interaktif dan pembagian door prize. Gelak tawa dan kebersamaan yang tercipta menjadi sarana mempererat jalinan silaturahmi antar-pelajar dari berbagai sekolah dan kampus.

Menutup rangkaian kegiatan, Nana Trianasari kembali mengingatkan bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari usia ataupun jabatan, melainkan dari keberanian mengambil langkah pertama dan niat memberikan manfaat nyata bagi sesama.

“Suatu hari nanti, ketika seseorang bertanya: ‘Di mana para pemimpin muda Buleleng pertama kali menemukan keberanian untuk berbicara?’, kami berharap jawabannya adalah: ‘Di RISE Talks’,” ungkap Nana optimistis.

Mengusung semangat “Today’s Dreamers, Tomorrow’s Leaders“, RISE Talks Singaraja berkomitmen untuk terus menjadi wadah kolaborasi berkelanjutan yang mempertemukan pendidikan, inspirasi, dan pemberdayaan. Lewat ruang ini, generasi muda Buleleng diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berkarakter, dan siap membawa daerahnya melangkah lebih jauh di masa depan.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru