BULELENG, Balijani.id | Kepemimpinan sejati tidak selalu lahir dari jabatan politik atau posisi struktural, melainkan dari tindakan nyata dan rasa kepedulian terhadap sesama.
Dr. Agus Darma ketika diwawancara Redaksi Balijani.id, Sabtu (25/7/2026), menyebut hal tersebut menjadi inti dalam pemaparan edukasi kepemimpinan (Youth and Leadership) yang disampaikan oleh perwakilan Lifeguard Buleleng di hadapan para siswa, guru, dan pembina.
Lifeguard Buleleng menekankan bahwa pemuda bukan sekadar pewaris masa depan, melainkan pencipta masa depan. Mengutip pesan Presiden pertama RI Soekarno, pemuda memiliki energi, kreativitas, dan keberanian yang menjadi kunci perubahan bangsa.
Agus Darma menjelaskan bahwa kepemimpinan (leadership) pada dasarnya adalah kemampuan untuk memberikan pengaruh positif, mengajak bertindak bersama, serta berani mengambil keputusan di tengah situasi sulit.
“Di pantai, kami tidak memimpin rapat, tetapi memimpin keselamatan. Saat ombak besar datang dan situasi kritis terjadi, yang dibutuhkan adalah keberanian mengambil keputusan dengan cepat, tepat, dan penuh tanggung jawab. Itulah hakikat kepemimpinan,” tegas Agus Darma.
Tiga Nilai Utama Kepemimpinan Lapangan
Terdapat tiga nilai utama kepemimpinan lapangan yang dibagikan kepada para peserta:
- Tanggung Jawab (Responsibility): Kesadaran bahwa tindakan setiap individu berdampak pada orang lain, lingkungan, dan masa depan.
- Keberanian (Courage): Keberanian untuk tetap melakukan hal yang benar di tengah ketakutan, seperti menolak narkoba, melawan perundungan, dan menjaga keutuhan lingkungan.
- Pelayanan (Service): Pemimpin sejati hadir bukan untuk dilayani atau mencari popularitas, melainkan untuk memberikan manfaat dan bantuan nyata kepada masyarakat.
Menjaga Integritas dan Empati di Era Digital
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), Lifeguard Buleleng juga mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan integritas, empati, dan hati nurani manusia. Oleh karena itu, generasi muda diimbau untuk terus mengasah karakter dan kepedulian sosial sejak dini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda dari Buleleng yang tidak hanya pandai berteori, tetapi juga berani bertindak, disiplin, dan siap menjadi pelindung serta penjaga masa depan masyarakat.
[ Editor : Sarjana ]













