News  

Terima Rombongan dari NTB, Ibu Putri Koster Berbagi Pengalaman Memajukan Sektor Kerajinan

Balijani.id, 30 Mei 2026, 04:21 WIB
Terima Rombongan dari NTB, Ibu Putri Koster Berbagi Pengalaman Memajukan Sektor Kerajinan

Denpasar, Balijani.id | Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menerima kunjungan kehormatan dari Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sinta Agathia Iqbal.

Pertemuan hangat antarpimpinan daerah ini dipusatkan langsung di arena Pameran Industri Kecil Menengah (IKM) Bali Bangkit, kawasan Taman Budaya (Art Center) Provinsi Bali, Denpasar, pada Jumat (29/5/2026).

Mengawali pertemuan, Ibu Putri Koster menyampaikan bahwa dirinya secara khusus mengundang jajaran pengurus Dekranasda NTB yang kebetulan tengah mengagendakan draf kunjungan kerja di Pulau Dewata.

“Biasanya kami hanya berkesempatan bertemu secara formal saat menghadiri berbagai agenda draf pameran nasional di Jakarta. Jadi, mumpung beliau sedang berada di Bali, kami berinisiatif untuk saling bertemu dan bertukar pikiran di sini,” ujar Putri Koster menyambut ramah.

Momentum pertemuan dengan rombongan dari provinsi tetangga tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh Ibu Putri Koster untuk berbagi pengalaman serta draf strategi taktis dalam memajukan sektor industri kerajinan rakyat, yang saat ini tengah dihadapkan pada berbagai draf tantangan global dan nasional.

Menjawab Tantangan Invasi Kain Troso dan Kelangkaan Penenun

Kepada Sinta Agathia Iqbal, Ibu Putri Koster mengupas tuntas mengenai dinamika dan draf tantangan besar yang dihadapi Bali dalam upaya melestarikan serta memajukan sektor kerajinan lokal, khususnya draf warisan tenun tradisional krama Bali.

Salah satu riak draf persoalan krusial yang dihadapi adalah maraknya pemasaran massal kain tenun bermotif tiruan endek Bali yang diproduksi menggunakan mesin di wilayah Troso, Jepara, Jawa Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut sangat merugikan ekosistem perajin hulu-hilir di Bali. Sebab selain draf orisinalitas motifnya dijiplak, Bali juga tengah berhadapan dengan ancaman draf kelangkaan generasi penerus tenaga penenun tradisional.

“Kain tiruan produksi Troso tersebut beredar di pasar lokal dengan harga yang jauh lebih murah, sehingga draf dampaknya membuat semakin sedikit warga Bali yang tertarik untuk menekuni profesi sebagai penenun. Jika pola pembiaran ini terus berlanjut, perajin tenun asli di Bali lambat laun akan tergerus dan punah. Padahal, volume draf peminat kain endek orisinal sangat tinggi,” urai Ibu Putri Koster memetakan masalah.

Berangkat dari draf keprihatinan tersebut, sejak dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dekranasda Bali, tokoh seniwati ini terus konsisten bergerak membangkitkan draf geliat sektor kerajinan rakyat, khususnya yang berkaitan erat dengan draf proteksi wastra (kain tradisional) Bali.

IKM Bali Bangkit sebagai Wadah Proteksi Wastra Asli

Salah satu draf program monumental yang sukses digagasnya adalah gelaran berkala Pameran IKM Bali Bangkit. Program proteksi yang diinisiasi sejak masa sulit pandemi COVID-19 lalu itu bertujuan murni untuk memfasilitasi pelaku UMKM lokal dalam mendongkrak draf omzet penjualan, sekaligus memperluas draf akses pasar mereka tanpa rantai tengkulak.

“Motto perjuangan kami di gedung pameran ini adalah produk berkualitas dengan draf harga yang pantas. Jadi, kami menggaransi bahwa seluruh draf produk wastra yang dipasarkan di sini sepenuhnya merupakan hasil buah karya otentik dari jemari para penenun lokal Bali,” imbuhnya tegas.

Menyinggung draf polemik produksi kain bermotif Bali di luar daerah, Ibu Putri Koster secara bijak berharap ke depan terdapat draf jalan keluar atau solusi regulasi yang dapat memberikan draf manfaat ekonomi berkeadilan bagi semua pihak.

“Ini tentu bukan kesalahan mutlak dari saudara-saudara perajin kita yang ada di sana. Mari kita bersama-sama mencari draf jalan tengah yang saling menguntungkan, misalnya dengan merumuskan draf konsep menjadikan Provinsi Bali sebagai super hub pemasaran resmi untuk seluruh produk kain tenun Nusantara,” ungkapnya membagikan ide visioner.

Merespons draf pemaparan tersebut, Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia Iqbal, menyampaikan bahwa draf fenomena dan tantangan serupa rupanya juga tengah dirasakan oleh para perajin kain tenun ikat khas daerah NTB.

Ia menyatakan sepakat dengan draf pemikiran Ibu Putri Koster mengenai draf urgensi membangun ruang dialog sosial bersama para pemangku kebijakan di Jawa Tengah guna merumuskan draf solusi tata niaga yang sehat dan saling menguntungkan kedua belah pihak.

Usai draf sesi diskusi dan berbagi informasi selesai, rombongan pengurus Dekranasda NTB diajak berkeliling langsung menyisir setiap stan guna melihat dari dekat draf keindahan serta kualitas premium berbagai draf produk kerajinan kriya yang tengah dipamerkan dalam ajang IKM Bali Bangkit.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru