Buleleng, Balijani.id| Kabupaten Buleleng kembali memperkuat ketahanan pangan daerah. Sebanyak 8 ton beras kini resmi disiapkan sebagai cadangan pangan untuk mengantisipasi berbagai situasi darurat, mulai dari kerawanan pangan, gejolak harga, hingga potensi bencana alam.
Tidak hanya sebagai stok darurat, cadangan beras ini juga disalurkan kepada masyarakat kurang mampu. Harapannya, kebutuhan pangan seluruh lapisan masyarakat di Buleleng tetap terjamin tanpa terkendala oleh situasi krisis.
Proses pengadaan beras dilakukan melalui PB Manik Galih di Desa Girimas. Setiap butir beras telah melewati uji kualitas dan kuantitas, dengan hasil memenuhi standar beras medium. Selanjutnya, stok beras ini diserahkan kepada Perumda Swatantra untuk dikelola dan disimpan di Toko Perumda Swatantra Penarukan, Singaraja.
Sejak 2022 hingga 2025, total cadangan beras yang berhasil dihimpun Kabupaten Buleleng mencapai 29,363 ton. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pangan, sekaligus menjamin kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dalam kondisi apa pun.
[ Editor : Sarjana ]








