Buleleng ( Bali ), Balijani.id ~ Adanya keluhan penumpang kapal roro dari kendal tujuan kalimantan, dengan permasalahan dimana, ternak babi dijadikan satu dengan kapal penumpang, langsung ditanggapi oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, IGK Kresna Budi.
Dalam wawancaranya, kepada awak media, pada Selasa (22/11/2023) ia langsung menghimbau para pengirim babi atau ternak lainnya guna memaksimalkan Pelabuhan Celukan Bawang untuk Babi dan ternak lainnya.
“Kami dari DPRD Bali sudah mengimbau, kepada para pengirim babi karena dalam rangka menjaga kesehatan dari masyarakat karena babi rentan terhadap esv dan virus PMK dan kenyamanan terhadap penumpang,” ucapnya.
“Jadi sudah disediakan pelabuhan celukan bawang untuk ternak ke kalimantan, dan untuk ke jawa adalah pelabuhan gilimanuk, mungkin kiranya itu dilakukan untuk pertama untuk menjaga kesehatan masyarakat dan kerukunan antar umat beragama, karena penumpang memang merasa tidak naman,” lanjut Kresna Budi.
Hal ini, karena perjalanan memang seharian dari pelabuhan kendal ke Kalimantan, ketiga menurutnya, pemerintah harus mendengar dari keluhan masyarakat, apalagi menjelang pileg dan pilpres ini.
“Sedikit saja ada opini yang berkembang akan menggangu jalannya pileg dan pilpres yang akan datang, mudahan pemerintah Provinsi Bali akan berkoordinasi dengan pemerintah yang ada di Kalimantan Barat, supaya pengiriman ternak akan berjalan baik, dan kelangsungan kehidupan peternak kita juga akan terjaga,” harapnya.
selain itu, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali ini, juga menyoroti masalah perizinan, perizinan harus ketat, menurutnya tata niaga pengiriman ternak juga harus diatur dengan baik.
“Selama ini pemerintah belum terlalu jauh masuk kedalamnya, harapan kita pemerintah Provinsi Bali dan Kalimantan Barat, harus ada komunikasi yang baik, supaya hal hal yang mengganggu tata niaga ternak itu bisa lebih baik, dan juga akan meningkatkan harga ternak babi kita,” ucapnya
Dikatakan Kresna Budi, juga selama ini banyak keluhan keluhan dari peternak di bali, karena pengiriman yang membuat harga kemudian anjlok,
“Banyak yang banting harga, sampai dulu banyak ternak yang buang ke jalan dan itu akan menimbulkan jenis penyakit juga,” dirinya mencontohkan.
Pihaknya juga mengkritik agar, pengusaha juga jangan ingin menang sendiri tapi juga harus menjaga kesehatan dan ketentraman yang ada dimasyarakat.
Dalam segi usulan regulasi dan aturan, pihaknya mengaku sudah memberikan rekomendasi kepada gubernur Bali pada media agustus silam, tapi belum ada tanggapan.
“Harapan kita kepada PJ Gubernur Bali agar, semua bisa dilaksanakan rekomendasi kami,” ucapnya.
Bahwasannya menegaskan bahwa regulasi sudah ada, dan UU Provinsi Bali juga sudah terbentuk, dan besar harapannya Provinsi Bali bisa mengatur Rumah tangganya sendiri.
Dikatakan lebih lanjut bahwa Bali punya icon ternak dua, yakni sapi dan babi, pihak berjanji juga akan galang semua sehingga peternak di Bali semua akan maju.
Menengok potensi lainnya adalah sektor perikanan bahwa Buleleng memiliki garis pantai yang panjang dan ikannya enak, apalagi ditambah dengan adana PPI Sangsit.
” Guna menunjang semoga PPI Sangsit bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga agar lebih maju,” lanjutnya
Ia juga memiliki harapan semoga selain di Jawa maka di Bali juga harus dibuat Pabrik pakan ternak guna menunjang para peternak di Bali.
Kembali pihaknya meminta, agar rekomendasi yang sudah diajukan kepada PJ Gubernur Bali oleh DPRD Provinsi di Bidang peternakan.
Lebih lanjut terkait pengawasan pemasaran ternak, ia menyatakan jalurnya panjang, dan jalur itu sudah dibuatkan oleh pemerintah, sudah ada jalurnya, artinya harus ada tindakan preventif dengan adanya karantina dan lainnya.
Selain keuntungan dari berkembangnya sektor peternakan, bisa menopang sektor Holtikultura dan perkebunan, dengan pupuk kompos dari ternak.
“Selain ternak dan sektor kelautan, buleleng kan juga terkenal disektor perkebunan, dengan jeruk dan anggurnya, hadirnya ternak tentu akan menopang sektor karena akan dimanfaatkan komposnya,” tutup Kresna Budi.
[ BJ/TIM ]














