Nusa Tenggara Timur, Balijani.id ~ Dalam rangka mempersiapkan Calon Guru PAK, BK Dan PSK Institut Agama Kristen Negeri Kupang, sejumlah Dosen yang tergabung dalam Team Teaching pada Mata Kuliah Kewirausahaan menggelar seminar sehari sebagai bentuk implementasi dari teori diajarkan tentang konsep, karakter, keuntungan dan kekurangan dalam Mata Kuliah tersebut.
Kegiatan ini dibuka oleh Yanti Y.E.Sole, M.Pd, dengan tema “Marketing Dalam Berwirausaha” yang berlangsung di Gereja GMIT Hosana Sungkaen Naimata, Sabtu (04/11/2023.
Sementara itu, kegiatan ini telah diikuti oleh sebanyak 426 orang Mahasiswa Semester I dan III Prodi PAK, BK dan PSK di bawah asuhan Dosen Pengampuh Mata Kuliah Kewirausahaan, Ismael Natonis, SH. M.Hum, Nofriana Baun, M.Pd.K, Yanti Y.E. Sole, M.Pd, Fransiska Y. Nggeong, M.Pd dan Orista Y.D Mone, M.Pd. Hadir juga sebagai pemateri Kewirausahaan, Marthinus Nifueki, S.Sos yang merupakan pelatih kerajinan bambu pada dinas perindustrian perdagangan koperasi dan UKM di Kabupaten TTS, Kabupaten Kupang dan Kota serta seluruh kabupuaten kota di Provinsi Maluku.
Tujuan kegiatan ini, untuk mempersiapkan para calon guru yang memiliki keberanian, kemandirian serta menjadi model kedepan agar tidak lagi fokus sebagai pencari kerja tapi mesti menjadi pencipta kerja.
Sebagaimana diketahui bahwa, sesuai kenyataan dilapangan hari ini begitu tinggi angka pengangguran.
Maka dengan adanya kegiatan ini, dapat membekali mahasiswa secara teori maupun praktek sebagai modal dalam menghadapi realitas dilapangan seperti bagaimana mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.
Kegiatan tersebut, diisi dengan dua pemateri kewirausahaan yakni Marthinus Nifueki, S.Sos yang merupakan pelatih kerajinan bambu pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM di Kabupaten TTS, Kabupaten Kupang dan Kota serta seluruh Kabupaten Kota di Provinsi Maluku, dan juga Nofriana Baun, M. Pd.K dengan materi tentang Digital Marketing.
Sesuai pantauan media ini peserta dalam kegiatan ini, begitu terlihat antusias dan bersemangat, karena kegiatan ini merupakan langkah terobosan yang baru pertama kali diselenggarakan IAKN kupang, secara khusus mata kuliah kewirausahaan lebih fokus pada action/praktek dengan memanfaatkan sumber daya yang ada seperti bambu yang dikelolah menjadi kursi tamu, meja, tempat tidur, rak sepatu, rak buku dan meja televisi, sedangkan kerajinan bambu juga dapat dikelola menjadi pot bunga, tempat tisu, pot bunga, lampu rias, asbak rokok, kotak tisu, dan gantungan kunci serta sejenis lainnya.
Selain itu, menurut Nofriana Baun, M.Pd.K dalam menyampaikan materinya, Digital Marketing telah membawa perubahan besar bagi manusia diantaranya pola hidup, komunikasi, pencarian pekerjaan dan pola menghasilkan uang artinya bahwa hampir seluruh bagian hidup, manusia habiskan dengan digital. Sehingga dengan adanya materi ini dapat memberi pemahaman baru bahwa jika produk atau usaha apapun ingin dikenal oleh banyak orang maka tidak hanya sebatas pemasaran secara konvensional namun dapat memanfaatkan digital secara maksimal, Ungkap Novi”.
Diwaktu yang sama, salah satu mahasiswa Prodi BK, Sonia Manoekoy ketika dimintai tanggapannya terkait kegiatan ini, pihaknya menyatakan bahwa kegiatan ini telah memberi pandangan kepada kami bahwa semua orang ingin memiliki uang yang banyak namun tidak semua orang memiliki niat untuk berinovasi dan berkreasi untuk menghasilkan uang.
“Tuhan sudah menyediakan Taman Eden, oleh karenanya bagaimana kita manusia memanfaatkan taman Eden lewat berbagai kekayaan alam yang bisa menolong kami menghasilkan pundi-pundi uang.”ungkapnya”.
Selain itu, ia berharap agar kegiatan ini dapat berkelanjutan sehingga menyiapkan kami sebagai calon guru yang siap untuk bersaing ditengah lowongan pekerjaan yang semakin sulit, ” harap Sonia”.
Akhir kegiatan ini, ditutup oleh Ismail Natonis, SH, M. Hum, pihaknya berharap bahwa melalui kegiatan ini mahasiswa tidak sebatas pada pemahaman teoritis tapi harus mampu untuk terjun dalam praktek nyata sehingga dapat memperoleh pengalaman serta memberi manfaat bagi diri sendiri, lingkungan sekitar dan dalam menghadapi era globalisasi yang sangat kompleks dari berbagai aspek,” tutupnya”.
[ BJ/Jitro ]








