Makassar, Balijani.id ~ Kebakaran hebat kembali melanda kota Makassar, Senin (30/10/2023) malam tadi.
Sekretaris Bankompol (Bantuan Komunikasi Kepolisian) kota Makassar, Ilham A.Ghani dalam laporannya menyebutkan, dalam musim kemarau yang panjang ini, kota Makassar, Sulawesi Selatan diwarnai peristiwa kebakaran setiap hari, kadang terjadi di empat atau lima titik lokasi dalam sehari.
Pihak Bankompol Makassar menerjunkan 5 personil untuk memantau proses pemadaman dan pengendalian kebakaran hebat yang terjadi di Asrama TNI, Jalan Baji Gau, Makassar, Sulsel, tadi malam.
Beredar melalui sejumlah video amatir, memperlihatkan peristiwa kebakaran hebat itu. Api berkobar dengan cepat disertai jeritan warga menyaksikan rumah tempat tinggal mereka dilalap si Jago Merah.
“Api menyambar dan merambat dengan cepat menghabiskan sejumlah rumah yang posisinya saling berdempet rapat di dalam asrama tentara itu.” lapor A.Ghani.
Teriakan histeris dan keluh kesah warga terdengar resah menunggu armada pemadam yang lambat tiba di lokasi kebakaran.
Hingga siang ini, puluhan prajurit TNI diterjunkan ke lokasi bekas kebakaran, untuk membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan rumah, sisa kebakaran yang terjadi malam tadi.
Namun ada sesuatu yang ajaib, tentara menemukan mushaf AlQuran yang utuh dan tidak terbakar di tengah puing-puing reruntuhan.
“Hebatnya ini Al-Quran ditemukan utuh tidak terbakar, di tengah-tengah puing-puing bekas kebakaran, ” ungkap para tentara yang memeriksa kondisi mushaf itu dengan perasaan takjub.
Sementara itu, pihak kepolisian hingga siang ini masih terus menyelidiki penyebab kebakaran yang menyebabkan kerugian material mencapai ratusan juta rupiah itu. Dua korban meninggal, yakni seorang ibu dan anaknya yang masih kecil, ditemukan meninggal dalam keadaan saling berpelukan, terperangkap dalam rumahnya yang terbakar.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar mencatat, terjadi 63 peristiwa kebakaran selama bulan September dan 45 kali di bulan Oktober.
Peristiwa kebakaran di bulan September, termasuk yang paling tinggi selama periode Januari hingga Oktober.
Jika dirata-ratakan,dalam sehari terjadi dua kasus kebakaran di Makassar, Sulawesi Selatan.
[Daeng Khairil]








