Dorong Pemilih Muda Cerdas dan Berintegritas, KPU Bali Edukasi OKP se-Kabupaten Buleleng

Balijani.id, 1 Sep 2026, 12:25 WIB
Suasana Focus Group Discussion (FGD) KPU Bali bersama OKP dan pemilih pemula di Kabupaten Buleleng, Kamis (31/8/2026).

BULELENG, Balijani.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menggelar edukasi kepemiluan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng pada Kamis (31/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 96 peserta pemilih pemula guna memperkuat pemahaman mengenai nilai demokrasi, urgensi hak pilih, serta pentingnya partisipasi aktif dalam pemilu.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran pemuda sebagai generasi yang berdaya, berkarya, dan berdampak bagi kemajuan daerah.

“Demokrasi membutuhkan generasi muda yang cerdas menentukan pilihan, kritis menyikapi informasi, serta berintegritas. Kebebasan berpendapat di era teknologi harus selalu diimbangi dengan etika, rasa tanggung jawab, dan kesadaran hukum,” tegas Gede Supriatna.

Sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, yang mengusung tema “Generasi Muda Membangun Demokrasi Bersama”. Dalam paparannya, Lidartawan menyampaikan lima materi pokok, mulai dari makna demokrasi, tahapan pemilu, peran KPU, partisipasi masyarakat, hingga tantangan demokrasi di era digital.

Lidartawan menyoroti fakta bahwa kelompok pemilih muda dan pemilih pemula mendominasi komposisi Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Bali. Oleh karena itu, kesadaran politik pemuda menjadi kunci utama keberhasilan demokrasi.

“KPU bukan sekadar penyelenggara pemungutan suara, tetapi penjaga integritas seluruh proses demokrasi. Kami mengajak para pemuda untuk bertransformasi menjadi peserta aktif—mulai dari memastikan diri terdaftar di DPT, membantu edukasi coklit, melakukan pengawasan partisipatif, hingga menolak tegas politik uang,” ujar Lidartawan.

Menghadapi ancaman disinformasi, hoaks, dan ujaran kebencian di era digital, Ketua KPU Bali mengimbau peserta untuk bijak menggunakan media sosial lewat prinsip Stop, Check, Share (Tahan, Telusuri, Tanggapi).

Kegiatan berlangsung interaktif saat sesi diskusi dan tanya jawab. Menanggapi kekhawatiran melunturnya idealisme tokoh muda saat menjabat, Lidartawan menekankan pentingnya keteguhan moral dan keberanian menolak kompromi curang.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama jajaran Pemkab Buleleng dan peserta. Sinergi ini diharapkan menjadikan generasi muda Buleleng sebagai agen perubahan yang mampu membentengi masyarakat dari narasi negatif sekaligus mengawal pemilu yang berintegritas.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru