Buleleng, Balijani.id | Setelah lebih dari dua dekade terpisah tanpa kabar, seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Jepang, Kanae Kaoyama (45), akhirnya berhasil bertemu kembali dengan sosok yang ia cari sejak lama, Anggardana alias Gombloh, warga Desa Bungkulan, Buleleng. Pertemuan itu terjadi berkat bantuan Bhabinkamtibmas Desa Bungkulan, AIPDA I Putu Harisandy Mahayuda, SH, yang bergerak cepat menelusuri jejak hanya dari sebuah foto lawas.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 21 Juni 2026 sekitar pukul 11.30 WITA, saat AIPDA I Putu Harisandy Mahayuda sedang melakukan sambang di Kantor Desa Bungkulan. Tiba-tiba, Kanae datang bersama seorang pemandu lokal sambil membawa sebuah foto lama yang menjadi satu-satunya petunjuk pencarian. Dalam foto itu, terlihat Kanae bersama seorang anak laki-laki yang ia kenal bernama Anggardana (Gombloh), yang disebutnya pernah berjualan asongan di kawasan Art Center Denpasar sekitar 20 tahun lalu.
“Selama beberapa hari di Bali saya ditemani Gombloh, dia sangat baik. Saya masih ingat itu,” ujar Kanae dengan bahasa Indonesia terbata-bata melalui bantuan pemandu lokal. Kanae mengaku kenangan itu begitu melekat karena interaksi singkat namun bermakna saat dirinya berada di Bali sebelum kembali ke Jepang. Ia kemudian kembali ke Bali dengan membawa foto lama tersebut, berbekal harapan untuk menemukan kembali sosok yang pernah dikenalnya itu.
Mendapat informasi tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Bungkulan langsung mengambil langkah cepat dengan meminta foto itu untuk disebarkan melalui media sosial Facebook dan grup warga desa. Upaya itu membuahkan hasil setelah salah satu warga Banjar Ancak mengenali sosok dalam foto tersebut sebagai warga setempat.
Namun proses pencarian tidak langsung selesai karena tidak adanya kontak yang bisa dihubungi. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, akhirnya Anggardana berhasil ditemukan dan dihubungi oleh pihak desa bersama Bhabinkamtibmas. Tak lama berselang, pertemuan yang telah tertunda selama 20 tahun itu akhirnya terjadi di Kantor Desa Bungkulan. Suasana haru tidak terhindarkan saat Kanae dan Anggardana kembali bertatap muka setelah sekian lama terpisah jarak dan waktu.
Dalam pertemuan itu, Kanae juga memperlihatkan kembali sejumlah kenangan, termasuk alat dan pengalaman melukis yang dulu pernah mereka lakukan bersama saat di Art Center Denpasar. Bahkan, ia kembali melukis Anggardana seperti yang pernah ia lakukan dua dekade lalu. Kedua pihak tampak larut dalam percakapan penuh nostalgia, disaksikan perangkat desa dan warga yang turut hadir menyaksikan momen langka tersebut.
Kanae menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bhabinkamtibmas serta masyarakat Desa Bungkulan yang telah membantu mempertemukan dirinya dengan Anggardana hanya berbekal foto lama yang sudah berusia 20 tahun.
“Berkat bantuan Bli Bhabin, akhirnya saya bisa bertemu kembali setelah 20 tahun,” ungkapnya.
Pertemuan ini menjadi bukti bahwa jejak kebaikan dan hubungan antarmanusia bisa bertahan melampaui waktu dan jarak, selama masih ada usaha untuk saling menemukan kembali.
[ Editor : Sarjana ]
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana













