Denpasar, Balijani.id | Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Skema Teknologi Tepat Guna (TTG) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan inovasi teknologi terapan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan dan implementasi teknologi 3D Scanner untuk mendukung draf proses pembuatan tangan prostetik (tangan palsu).
Kegiatan edukatif ini melibatkan perwakilan guru dan siswa-siswi SMK TI Bali Global Badung, dosen dan mahasiswa internal ITB STIKOM Bali, perwakilan Pusat Layanan Disabilitas Kota Denpasar, serta tim ahli dari Laboratorium Teknologi Kesehatan, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (FKK ITS). Tim ITS hadir bertindak sebagai pembicara dan narasumber utama dalam pelatihan Digital Fabrication tahun 2026 ini.
Kepala Lab. Teknologi Kesehatan FKK ITS, Djoko Kuswanto, S.T., M.Biotech, menyampaikan bahwa penguasaan teknologi mutakhir seperti 3D modelling dan fabrikasi digital kini telah menjelma menjadi pilar penting. Perannya tidak hanya mendominasi industri kreatif, melainkan juga sangat krusial dalam draf pengembangan inovasi alat kesehatan (medical devices).
Solusi Modern Pengukuran Anatomi yang Presisi
Prof. Dr. Ir. Evi Triandini, SP., M.Eng, selaku Ketua Tim Pengabdian memaparkan bahwa draf pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus mengaplikasikan teknologi pemindaian tiga dimensi (3D scanning) sebagai solusi modern dalam proses perancangan dan pembuatan alat bantu kesehatan, khususnya tangan prostetik.
Melalui sentuhan teknologi digital tersebut, draf proses pengukuran anatomi tangan pasien dapat dieksekusi secara jauh lebih presisi, cepat, dan efisien jika dibandingkan dengan metode konvensional yang menggunakan cetakan gips.
Dalam teknis pelaksanaannya di lapangan, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai konsep dasar 3D scanning, draf tata cara pengoperasian perangkat keras 3D scanner, hingga tahapan lanjutan pengolahan data mentah hasil pemindaian menjadi draf model digital tiga dimensi yang matang.
Model digital tersebut selanjutnya diolah sebagai dasar perancangan struktur tangan prostetik yang lebih ergonomis, fleksibel, dan personal sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing pengguna.
Selain dijejali sesi pemaparan materi teoritis, draf agenda ini juga diperkuat dengan praktik langsung (hands-on) di laboratorium, baik untuk penggunaan mesin 3D Scanner maupun operasional 3D Printer. Para peserta diberikan kesempatan emas untuk melakukan draf pemindaian objek tangan secara riil, melihat proses visualisasi hasil scan pada perangkat lunak (software) komputer, serta berdiskusi interaktif mengenai draf potensi pengembangan desain prostetik masa depan berbasis teknologi digital.
Dorong Kolaborasi Lintas Disiplin Ilmu
Antusiasme tinggi dari para peserta terpantau dari keterlibatan aktif mereka dalam sesi tanya jawab maupun saat draf praktik penggunaan alat-alat canggih tersebut. Kegiatan ini dinilai sukses karena tidak hanya menyodorkan pengetahuan teoritis di atas kertas, melainkan mampu memberikan draf pengalaman langsung bagi para mahasiswa dan peserta SMK dalam menerapkan ilmu teknologi informasi dan rekayasa genetika-mekanik untuk bidang kesehatan masyarakat.
Melalui stimulus Program Pengabdian Kepada Masyarakat Skema Teknologi Tepat Guna ini, manajemen ITB STIKOM Bali menaruh harapan besar agar draf kegiatan tersebut dapat menjadi embrio bagi pengembangan riset penelitian lanjutan, program pengabdian masyarakat yang masif, serta draf kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam memproduksi alat kesehatan mandiri berbasis ekosistem digital.
Ke depan, draf cetak biru dari hasil kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan hingga menyentuh tahap produksi massal prototipe tangan prostetik yang fungsional, adaptif, namun tetap ramah di kantong atau terjangkau oleh masyarakat luas.
Dengan demikian, draf inovasi teknologi ini dapat memberikan kontribusi sosial yang nyata bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan, sekaligus memperkuat posisi tawar ITB STIKOM Bali sebagai institusi pendidikan tinggi yang inovatif, adaptif, dan selalu berorientasi pada draf solusi konkret.
Apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam juga dilayangkan kepada manajemen ITB STIKOM Bali atas draf dukungan pendanaan penuh yang dikucurkan untuk menyukseskan kegiatan Teknologi Tepat Guna ini. Dukungan finansial dan fasilitas ini dinilai sangat berarti dalam mengawal lahirnya draf inovasi teknologi masa kini yang berdampak linear bagi kesejahteraan masyarakat luas.
[ Editor : Sarjana ]













