Bangli, Balijani.id| Perayaan ulang tahun ke-5 Yayasan Kesatria Keris Bali (YKKB) berlangsung sederhana namun sarat makna di Pura Ulun Danu Batur, Bangli, Sabtu (6/9/2025). Tanpa sponsor besar dan gemerlap pesta, seluruh kegiatan digerakkan oleh gotong royong anggota yang percaya, ngayah adalah jalan terbaik menjaga Bali.
Dana perayaan dihimpun lewat penjualan kupon Rp10.000 per lembar, dengan total 3.500 lembar. Dari situ terkumpul Rp35 juta yang digunakan untuk hadiah, konsumsi, dan kebutuhan lainnya.
“Dari hasil kupon terkumpul Rp35 juta. Dana itu digunakan untuk hadiah, konsumsi, serta kebutuhan lain. Sampai sekarang masih tersisa Rp10 juta,” jelas Ketua Panitia Dede Suchaya.
Meski sederhana, semangat para anggota tetap membara. HUT bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat rasa kebersamaan dan tujuan organisasi. Ketua Umum terpilih YKKB, I Ketut Putra Ismaya Jaya (Jero Bima), menegaskan jati diri mereka.
“Kesatria Keris Bali adalah organisasi sosial kemanusiaan yang mengedepankan konsep ngayah, ngayah, ngayah berbuat karma di jalan dharma,” tegasnya.
Sejak berdiri lima tahun lalu, YKKB konsisten bergerak di bidang kemanusiaan. Mulai dari mendukung aksi donor darah, menyediakan kursi roda, hingga membantu tongkat penyangga bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami ingin selalu hadir ketika masyarakat kesulitan, terutama dalam mendapatkan darah atau peralatan kesehatan. Itu bagian dari ngayah kami,” tambah Ismaya Jaya.
Namun YKKB bukan hanya tentang kemanusiaan. Mereka juga menegaskan diri sebagai benteng adat, budaya, dan keamanan Bali. Dengan pariwisata sebagai penopang ekonomi, sinergi dengan aparat dan desa adat menjadi bagian penting dari kiprah mereka.
“Kesatria Keris Bali biarpun kecil, bukan berarti kelinci atau meyong, melainkan macan yang siap menjaga Taksu Bali, Adat, dan Budaya Dresta Bali,” ujarnya penuh keyakinan.
Puncak acara juga ditandai dengan pelantikan pengurus pusat periode 2025–2030. Surat keputusan diberikan langsung oleh Pembina Yayasan, menandai langkah baru dengan formasi kepengurusan yang lebih solid.
“Kami berharap jajaran pengurus tetap semangat ngayah demi kelanjutan program YKKB dan pengabdian bagi masyarakat Bali,” pesan Pembina Yayasan.
Lima tahun perjalanan telah membuktikan kiprah YKKB dalam ngayah, menjaga Taksu, dan melayani sesama. Kini, memasuki usia baru, mereka menatap lima tahun ke depan dengan tekad lebih besar: menjadi macan yang tak hanya menjaga adat dan budaya Bali, tetapi juga hadir nyata dalam setiap denyut kehidupan masyarakatnya.
[ Editor : Sarjana ]








