DPC GTI Buleleng Serukan Perang terhadap KKN dan Mafia Tanah

Balijani.id, 23 Des 2024, 04:49 WIB

Buleleng, Balijani.id ~ DPC Garda Tipikor Indonesia (GTI) Buleleng – Bali menggelar rapat konsolidasi program kerja pada Minggu, (22/12/2024), di Sekretariat GTI Buleleng yang berlokasi Desa Bungkulan Gang Intaran, Kecamatan Sawan. Rapat ini dihadiri oleh jajaran pengurus lama dan anggota baru, yang bersama-sama menyusun langkah strategis untuk memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di Kabupaten Buleleng. Dalam pembukaan rapat, Ketua DPC GTI Buleleng, I Gede Budiasa, menyatakan bahwa gerakan ini bertujuan menegakkan transparansi dan memberantas praktik yang merugikan masyarakat.

“Kami tidak akan mundur dalam mengungkap mafia tanah dan memastikan dana bantuan pemerintah dikelola secara jujur dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Rapat yang dimulai pukul 16.00 Wita ini mengusung beberapa agenda penting, di antaranya penyusunan program kerja jangka pendek hingga jangka panjang untuk periode 2025–2026, fungsionalisasi anggota pengurus sesuai bidang, serta penyampaian laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan KKN di berbagai tingkatan pemerintahan. Dalam sesi diskusi, para anggota menyoroti kasus mafia tanah yang meresahkan masyarakat Buleleng dan kontrol sosial terhadap pengelolaan dana bantuan pemerintah, baik dari pusat maupun daerah.

Hasil investigasi lapangan yang dilaporkan oleh Bidang Advokasi dan Investigasi menjadi bahan utama dalam menyusun strategi pemberantasan. Tokoh-tokoh yang hadir dalam rapat ini, seperti Made Antara Suta, S.H., Gede Dana, S.H., Kadek Widiana, dan Made Sutirto, S.H., sepakat bahwa perlu langkah kolektif yang kuat untuk mengatasi persoalan ini. Dalam kesimpulannya, rapat menyerukan semangat kebersamaan untuk maju bersama dan menuntaskan berbagai bentuk pelanggaran hukum demi menciptakan pemerintahan yang bersih di Kabupaten Buleleng.

Dengan komitmen tersebut, GTI Buleleng menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam memberantas KKN, memastikan keadilan, dan mendorong pengelolaan pemerintahan yang transparan di masa mendatang.

[ Reporter : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru