News  

Buleleng Gas Pol Infrastruktur 2026, Rp100 Miliar Digelontorkan

Balijani.id, 5 Feb 2026, 07:09 WIB

Buleleng, Balijani.id| Pemerintah Kabupaten Buleleng menempatkan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai agenda utama pembangunan tahun 2026. Fokus ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat. Untuk merealisasikan target tersebut, anggaran hingga Rp100 miliar telah disiapkan.

Sejumlah proyek perbaikan mulai berjalan sejak awal tahun. Salah satunya adalah penanganan Jalan Pulau Menjangan di Kelurahan Banyuning. Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng juga menyiapkan daftar ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat yang akan ditangani secara bertahap.

Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur merupakan penugasan langsung dari Bupati Buleleng sebagai bagian dari program strategis daerah.

“Dinas PUPR mendapat penugasan langsung untuk melaksanakan perbaikan infrastruktur jalan, gedung, serta penataan kawasan secara terencana dan bertahap,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah ruas jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat telah masuk dalam prioritas penanganan. Ruas tersebut tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Jalan Merak di Kecamatan Kubutambahan, Jalan Desa Mengening, Bebetin, Tamblang, Gerokgak, Banjar, hingga Jalan Patimura di kawasan perkotaan.

“Jalan yang rusak berat di beberapa kecamatan kita tangani. Ini menjawab keluhan masyarakat dan sudah menjadi prioritas pemerintah daerah,” kata Adiptha.

Selain perbaikan jalan, Pemkab Buleleng juga menyiapkan pelebaran jembatan di titik-titik strategis. Dua di antaranya adalah Jembatan Sangket dan Jembatan Tukad Banyumala di wilayah Banyuasri. Khusus Jembatan Sangket, tahun ini difokuskan pada penyusunan Detail Engineering Design (DED) karena memiliki bentang panjang dan membutuhkan kajian teknis khusus.

“Untuk Jembatan Sangket, tahun ini kita fokuskan DED dulu karena bentangnya cukup panjang dan perlu kajian teknis mendalam,” jelasnya.

Di sisi lain, perencanaan pelebaran Jalan Laksamana Barat hingga kawasan Pemaron juga mulai disiapkan. Proyek ini termasuk penanganan jembatan sempit yang selama ini kerap menjadi titik rawan kemacetan lalu lintas.
Tak hanya itu, penguatan jaringan irigasi turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga suplai air pertanian dan mendukung ketahanan pangan di Buleleng yang memiliki basis ekonomi agraris.

“Buleleng ini daerah pertanian. Irigasi kita perkuat supaya suplai air stabil dan mendukung target swasembada pangan,” tegas Adiptha.

Ia mengakui, pembangunan infrastruktur di Buleleng menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan, terutama di wilayah perbukitan dengan curah hujan tinggi. Karena itu, perbaikan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas pada jalur penghubung antar desa, kecamatan, kawasan ekonomi, dan pariwisata.

Pemerintah daerah pun meminta masyarakat bersabar, sembari memastikan bahwa setiap program infrastruktur dirancang untuk memberi dampak jangka panjang bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi Buleleng.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru