BULELENG, Balijani.id | Dalam rangka menyambut (nyangre) piodalan di Pura Pucak Desa Adat Tista, Desa Baktiseraga, yang jatuh pada purnama/tilem Kapat, Redite (11/10/2026), segenap krama desa adat menggelar serangkaian upacara suci.
Sebagai awal rangkaian pengeresikan dan penyucian sarana upakara, pada hari Saniscara (10/10/2026), prajuru desa adat, krama, serta badan/sekaa kerandan secara bergotong-royong dan khusyuk melaksanakan prosesi melis menuju Pura Mumbul, Buleleng.
Prosesi Pensucian dan Kebersamaan Krama
Prosesi melis ini bertujuan untuk nunas Tirta Penglukatan yang nantinya akan dipergunakan sebagai sarana penyucian (penglukatan) seluruh perlengkapan dan sarana upakara piodalan.
-
Kokohnya Sradha Bhakti: Kehadiran para prajuru, krama, dan kelompok kerandan secara bersama-sama menunjukkan kokohnya rasa kebersamaan (saguluk sagubit) serta wujud sradha bhakti warga Desa Adat Tista dalam menjaga kesucian tradisi leluhur.
-
Kekhusyukan Persembahyangan: Atmosfer spiritual terasa menggebu sejak iring-iringan krama tiba di kawasan Pura Mumbul. Dengan penuh kekhusyukan, persembahyangan bersama dipimpin oleh pemangku setempat untuk memohon keselamatan, kelancaran, serta kesucian (pari Suda) agar seluruh rangkaian piodalan di Pura Pucak Desa Adat Tista pada esok hari dapat berjalan labda karya, sidaning don.
Melalui upacara melis dan nunas tirta ini, diharapkan seluruh wargi Desa Adat Tista senantiasa dianugerahi kerahayuan, kedamaian, serta pembersihan lahir dan batin dalam mengarungi kehidupan beragama dan bermasyarakat.
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana














