JAKARTA, Balijani.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bergerak cepat memperkuat sinergi guna mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi laut. Langkah strategis ini ditunjukkan Bupati Klungkung, I Made Satria, saat mendampingi Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam kunjungan kerja ke Kementerian Perhubungan di Jakarta pada Selasa (6/10/2026).
Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Lollan Andy Sutomo Panjaitan.
Manfaat Peningkatan Status Pelabuhan Kusamba
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Satria memaparkan bahwa peningkatan hierarki Pelabuhan Kusamba yang berlokasi di Desa Pesinggahan menjadi pelabuhan penyeberangan akan memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) yang signifikan. Beberapa manfaat utama yang disasar antara lain:
-
Memperkuat konektivitas antarwilayah dan kelancaran mobilitas warga.
-
Mempercepat distribusi logistik ke wilayah Kabupaten Klungkung, khususnya Kepulauan Nusa Penida.
-
Mengakomodasi rencana pembukaan jalur baru angkutan logistik laut lintas Jawa-Bali dengan tujuan Bali Selatan.
-
Mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
“Saya sangat berharap dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan agar peningkatan status Pelabuhan Kusamba ini dapat segera terwujud. Melalui sinergi pusat dan daerah, kami optimis konektivitas yang lebih andal tidak hanya memperlancar arus barang dan penumpang, tetapi juga mendongkrak kesejahteraan masyarakat Klungkung,” ujar Bupati Satria.
Respon Positif Kementerian Perhubungan
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Ditjen Perhubungan Laut, Lollan Andy Sutomo Panjaitan, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi proaktif antara Pemprov Bali dan Pemkab Klungkung. Pihaknya menyatakan siap mengawal dan menindaklanjuti proses kajian teknis peningkatan pelabuhan tersebut.
“Inisiatif ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat konektivitas antarpulau, menekan biaya logistik, serta memastikan keselamatan mobilitas masyarakat. Kementerian Perhubungan siap mendukung dan menindaklanjuti kajian teknis demi mewujudkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Lollan.
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana














