News  

Kontak Senjata di Maybrat: 2 Anggota OPM Kodap Sorong Raya Tewas, TNI Imbau Pintu Damai Tetap Terbuka

Balijani.id, 4 Okt 2026, 19:54 WIB
Pasukan gabungan TNI mengamankan wilayah Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, usai kontak senjata dengan kelompok OPM.

MAYBRAT, Balijani.id | Operasi pengamanan wilayah di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, berujung kontak senjata antara pasukan gabungan TNI dan kelompok OPM Kodap Sorong Raya pada Sabtu (3/10/2026). Dua anggota kelompok bersenjata dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengonfirmasi bahwa pergerakan kelompok yang dikaitkan dengan Komandan Operasi (Danops) Kodap Sorong Raya, Manfred Fatem, sebelumnya telah terdeteksi melalui informasi lapangan dan dukungan teknologi. Pasukan gabungan yang terdiri dari Satgas Rajawali V dan Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir kemudian melakukan tindak lanjut hingga terjadi kontak visual di lokasi kejadian.

Dua anggota kelompok yang dilaporkan tewas teridentifikasi bernama Arso Aisnak dan Yohanes Ky. Sementara itu, anggota kelompok lainnya—termasuk Manfred Fatem—dilaporkan melarikan diri ke kawasan hutan dan hingga kini masih dalam pengejaran aparat gabungan.

Barang Bukti dan Tantangan Medan

Usai kontak senjata, personel gabungan menyisir lokasi dan mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya:

Kondisi geografis Aifat Selatan yang didominasi hutan lebat dan pegunungan menjadi tantangan utama dalam proses pengejaran. Kendati demikian, TNI menekankan bahwa seluruh tindakan operasi tetap mengedepankan kehati-hatian, profesionalisme, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

“Setiap nyawa memiliki nilai, sehingga setiap tindakan yang dilakukan prajurit harus tetap berdasarkan aturan dan prosedur yang berlaku,” tegas Brigjen TNI Riyanto, Minggu (4/10/2026).

Pendekatan Persuasif dan Jalan Damai

Selain menjalankan langkah penegakan hukum, Koops TNI Habema juga menekankan pentingnya stabilitas keamanan agar roda perekonomian, pendidikan, dan aktivitas masyarakat di Maybrat dapat berjalan normal.

Di tengah operasi yang masih berlangsung, pihak TNI menegaskan kembali komitmen untuk membuka pintu dialog dan ajakan damai bagi anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan.

“Masih terbuka ruang bagi Saudara-Saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan,” imbau Riyanto.

Hingga saat ini, situasi di Aifat Selatan masih dalam pemantauan ketat. Sementara aparat melanjutkan operasi pengejaran, verifikasi objektif di lapangan tetap diperlukan guna memastikan transparansi serta stabilitas keamanan yang berkelanjutan bagi warga sipil di Papua Barat Daya.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru