Tim SAR Gabungan Temukan Korban Jatuh dari KMP Cemerlang 55 dalam Kondisi Meninggal

Balijani.id, 3 Okt 2026, 12:45 WIB
Tim SAR Gabungan saat melakukan evakuasi jenazah Riski Firmansyah (23) yang ditemukan meninggal dunia di perairan Selat Bali, Jumat (2/10/2026).

JEMBRANA, Balijani.id | Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Riski Firmansyah (23), penumpang KMP Cemerlang 55 yang dilaporkan jatuh ke laut di perairan Selat Bali. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kelima pencarian, Jumat (2/10/2026).

Riski, warga Dusun Genuk Watu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sebelumnya diduga jatuh dari kapal saat pelayaran rute Ketapang–Gilimanuk pada Minggu (27/9/2026).

Jasad korban ditemukan sekitar pukul 15.10 WITA saat Tim SAR Gabungan menyisir perairan Selat Bali, tepatnya di sebelah utara lampu navigasi merah. Usai ditemukan, korban langsung dievakuasi ke Posko SAR Gabungan di Teluk Gilimanuk.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa, mengonfirmasi bahwa kepastian identitas diperoleh setelah adanya pengecekan dari pihak keluarga.

“Begitu korban ditemukan, Tim SAR Gabungan langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke Posko SAR Gabungan di Teluk Gilimanuk. Setelah dilakukan pengecekan oleh pihak keluarga, korban dipastikan merupakan Riski Firmansyah,” ungkapnya.

Sekitar pukul 16.45 WITA, jenazah korban dibawa menggunakan ambulans Sie Dokkes Polres Jembrana menuju RSUD Negara untuk penanganan medis lebih lanjut.

Operasi SAR ini melibatkan gabungan personel dari Sat Polairud Polres Jembrana, Ditpolairud Polda Bali, Batalyon C Pelopor Gilimanuk, TNI AL Pos Gilimanuk, serta Basarnas Jembrana. Sejumlah armada dikerahkan dalam pencarian, antara lain KP XI-1025 Sat Polairud Polres Jembrana, RIB 01 Basarnas Jembrana, dan Sea Rider TNI AL Pos Gilimanuk.

Kasat Polairud Polres Jembrana, IPTU I Gede Ketut Suasnawa, menjelaskan bahwa operasi dilakukan secara terpadu dengan membagi sektor perairan, meliputi alur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, perairan Prapat Agung, Pasir Putih, Segara Rupek, Cekik, Sumur Kembar, hingga Kelatakan.

“Koordinasi antarinstansi terus dilakukan selama operasi berlangsung hingga proses evakuasi berhasil dilaksanakan,” ujar IPTU I Gede Ketut Suasnawa.

Rangkaian operasi pencarian resmi ditutup pada pukul 17.00 WITA setelah Tim SAR Gabungan menggelar apel konsolidasi. Seluruh proses evakuasi dan pencarian dilaporkan berjalan dengan aman dan lancar.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru