BULELENG, Balijani.id | Di balik keberhasilan budidaya udang vaname di berbagai daerah, terdapat proses pembenihan (hatchery) yang sangat bergantung pada kestabilan lingkungan. Kualitas udara dan suhu air menjadi dua parameter krusial dalam pemeliharaan benur (benih udang).
Untuk menjaga kualitas tersebut, sistem aerator harus terus bekerja melarutkan oksigen ke dalam air, sementara pemanas air bekerja menjaga suhu agar tetap ideal. Kedua peralatan vital ini membutuhkan pasokan energi listrik yang andal dan tanpa henti.
Bagi pelaku usaha pembenihan seperti PT Prima Larvae Bali, keandalan pasokan listrik dari PLN bukan sekadar kebutuhan operasional, melainkan fondasi utama dalam menjaga rantai pasok benur bagi para petambak di Bali maupun luar daerah.
Perusahaan yang berlokasi di wilayah kerja PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tejakula ini memanfaatkan energi listrik untuk menggerakkan seluruh ekosistem pembenihan, mulai dari pengelolaan indukan produktif hingga pemeliharaan benur siap sebar. Perubahan kondisi lingkungan akibat terhentinya pasokan listrik dapat berpotensi mengganggu perkembangan benur.
Guna memastikan kebutuhan energi pelanggan industri terpenuhi dengan baik, jajaran PLN UID Bali melakukan kunjungan langsung ke lokasi operasional Prima Larvae Bali pada Senin (28/9/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi sekaligus memahami secara langsung penggunaan listrik dalam proses bisnis pelanggan.
Bagian Teknik Engineering Prima Larvae Bali, Ainul Yaqin, mengapresiasi keandalan pasokan listrik serta responsifnya koordinasi layanan PLN selama ini.
“Kondisi kelistrikan sangat andal, komunikasi dan respons koordinasi dari pihak PLN juga berjalan sangat baik. Kami berharap keandalan listrik di Bali dapat terus terjaga demi mendukung keberlanjutan operasional kami,” ujar Ainul.
Menanggapi hal tersebut, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Bali, Damayanti Wahyuningrum, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh Prima Larvae Bali.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan penting bagi kami untuk melihat langsung pemanfaatan energi listrik di lapangan, sekaligus memastikan kebutuhan kelistrikan pelanggan dapat terpenuhi secara optimal,” ungkap Damayanti.
Pada kesempatan yang sama, Manager PLN ULP Tejakula, Dedy Nuriawan, menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan dan keandalan pasokan di wilayah operasinya.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pasokan listrik yang andal dan layanan yang responsif. Dengan memahami karakteristik usaha pelanggan secara langsung, kami dapat memberikan dukungan kelistrikan yang tepat sasaran,” tegas Dedy.
Keandalan pasokan listrik PLN pada akhirnya memberi dampak berantai (multiplier effect). Di balik aerator dan pemanas air yang terus beroperasi, terdapat jaminan ketersediaan benur berkualitas yang siap menopang keberlanjutan usaha para petambak udang di Indonesia.
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana
















