BANGLI, Balijani.id | Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali menggelar aksi sosial “Membina dan Berbagi” di dua lokasi di Kabupaten Bangli pada Rabu (2/9/2026). Selain membagikan paket bantuan logistik kepada 104 kader, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman mengenai transformasi Posyandu yang kini mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Kegiatan diawali di Wantilan Pura Dalem Gede Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, menyasar 50 kader dari 6 Posyandu. Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke Wantilan Pura Puseh Desa Adat Bebalang, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli, yang melibatkan 54 kader dari 5 Posyandu. Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, secara simbolis menyerahkan bantuan apresiasi berupa 30 kg beras, 2 krat telur, dan 2 kotak susu kepada setiap kader.
Transformasi Layanan Melalui Formula SPM “P3K ST”
Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa peran Posyandu saat ini telah bertransformasi dan tidak lagi hanya berkutat pada pelayanan kesehatan. Untuk memudahkan para kader mengingat enam bidang SPM tersebut, ia memperkenalkan akronim P3K ST:
-
Pendidikan
-
Pekerjaan Umum
-
Perumahan Rakyat
-
Kesehatan
-
Sosial
-
Tetenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat
Ny. Putri Koster mendorong seluruh kader agar lebih peka serta proaktif menjadi penghubung antara persoalan riil warga dengan jalur kebijakan pemerintah.
“Misalnya ada warga yang kesulitan melanjutkan pendidikan anak, kader bidang pendidikan bisa memfasilitasi dan berkoordinasi dengan perbekel setempat. Untuk tingkat perguruan tinggi, Pemprov Bali juga memiliki Program 1 Keluarga 1 Sarjana yang bisa dimanfaatkan warga jika memenuhi syarat,” terang Ny. Putri Koster.
Ia menambahkan, kepekaan serupa juga berlaku untuk persoalan mendasar lain seperti ketertiban lingkungan maupun perlindungan sosial di tingkat banjar.
Peran Kader sebagai Pusat Pengumpul Data Komunitas
Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, mengapresiasi perhatian TP Posyandu Provinsi Bali. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Bangli saat ini memiliki 370 Posyandu yang tersebar di 68 desa dan 4 kelurahan, serta siap mengintensifkan sosialisasi transformasi enam SPM ini hingga ke tingkat akar rumput.
Sementara itu, Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, mengingatkan bahwa kader bukanlah eksekutor tunggal seluruh layanan, melainkan pengumpul data dan pencatat kebutuhan masyarakat yang valid.
“Kader berperan mencatat dan mendata persoalan di lapangan, lalu meneruskannya kepada kelian banjar untuk dilanjutkan ke perbekel hingga jenjang pemerintahan yang berwenang. Mari jadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar terpadu yang responsif dan berbasis data,” pungkas Anom Agustina.
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana

















