GIANYAR, Balijani.id — Pemilik Yayasan Kaori Welas Asih, Ni Kadek Winnie Kaori Intan Mahkota, S.E., mengunjungi Yayasan Anak Unik di Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, pada Senin (31/8/2026). Kedatangan Winnie Kaori beserta rombongan—termasuk sang suami, Sandoz Prawirotama—disambut hangat oleh Pendiri Yayasan Anak Unik, Ni Gusti Putu Parmiti, S.E., beserta para guru dan siswa.
Panggilan Hati Mendirikan Yayasan
Ni Gusti Putu Parmiti mengungkapkan bahwa keputusannya mendirikan yayasan ini didasari oleh panggilan jiwa. Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai guru, ia tergerak membantu anak-anak berkebutuhan khusus (disabilitas intelektual/tuna grahita) yang kerap mengalami salah penanganan di lingkungan sosial.
“Awalnya pada 2012, saya hanya membuka bimbingan belajar bahasa Inggris dan Matematika sore hari untuk anak-anak SD di sekitar rumah. Namun, lama-kelamaan ada orang tua yang menitipkan anak-anak dengan keterbatasan membaca dan menulis. Dari sana saya sadar, selain disabilitas fisik, ada juga disabilitas intelektual yang membutuhkan penanganan khusus,” ujar Parmiti.
Berdiri sejak 2014, yayasan ini sempat memanfaatkan rumah adat keluarga Parmiti sebagai ruang kelas sementara. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat, jumlah siswa kini mencapai sekitar 62 orang, mencakup berbagai spektrum seperti autisme dan non-verbal. Sejak Juni lalu, para siswa dan guru akhirnya bisa merasakan fasilitas tempat belajar yang lebih memadai.

Tantangan dan Metode Pendekatan
Dalam mengajar, Parmiti menekankan pentingnya menyederhanakan instruksi agar sesuai dengan kapasitas penerimaan para siswa. Beberapa poin penting dalam operasional yayasan meliputi:
- Pentingnya Edukasi Orang Tua: Di masa awal, tantangan terbesar adalah stigma dan ketidakpahaman orang tua. Saat ini, generasi muda atau Gen Z dinilai lebih responsif dan aktif mencari tempat terapi yang tepat.
- Pendekatan Fleksibel: Sekolah fokus pada pembentukan karakter, kemampuan bergaul, dan sosialisasi tanpa memaksakan kurikulum formal.
- Operasional dan Donasi: Pembiayaan awal mengandalkan subsidi silang dari kegiatan bimbel. Seiring waktu, dukungan mengalir dari donatur lokal maupun luar negeri, baik berupa dana, sembako, hingga barang layak pakai.
Apresiasi dari Yayasan Kaori Welas Asih
Ketua Yayasan Kaori Welas Asih, Ni Kadek Winnie Kaori Intan Mahkota, menyampaikan rasa kagum dan apresiasinya atas dedikasi pengurus Yayasan Anak Unik dalam memanusiakan manusia.
“Yayasan Anak Unik hadir memberikan contoh nyata tentang kepedulian tanpa batas. Mereka tidak hanya mengedukasi, tetapi juga melengkapi hidup anak-anak ini dengan rasa cinta kasih. Kami sangat berterima kasih atas dedikasi Ibu Parmiti beserta tim yang menjadi panutan di tengah masyarakat,” tutur Winnie Kaori.
Selain mengunjungi Yayasan Anak Unik, Winnie Kaori juga melanjutkan aksi sosialnya dengan membagikan bantuan sembako kepada para lansia di beberapa titik lokasi sekitar.
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana


















