Babinsa Kawal Bantuan Sembako Tepat Sasaran, Warga Kurang Mampu di Bungkulan Terbantu

Balijani.id, 30 Jul 2026, 08:28 WIB
Babinsa Desa Bungkulan Serda I Made Sukrawan saat mendampingi penyerahan bantuan sembako dari BSC Buleleng kepada warga kurang mampu

BULELENG, Balijani.id | Penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, kembali mendapat pengawalan dari aparat kewilayahan. Babinsa Desa Bungkulan, Serda I Made Sukrawan, turun langsung mendampingi proses penyerahan bantuan yang disalurkan oleh Bali Social Community (BSC) Buleleng, Kamis (30/7/2026).

Pendampingan yang berlangsung di Banjar Dauh Munduk ini dilakukan guna memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Pada kesempatan tersebut, bantuan sembako bulanan diserahkan kepada dua warga penerima manfaat, yakni Ketut Sri Manis dan Made Deresna.

Kehadiran Babinsa merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat bawah. Selain menjamin kelancaran, Babinsa juga memastikan seluruh proses penyaluran berlangsung tertib, aman, dan transparan.

Sinergi Babinsa dan BSC Buleleng untuk Meringankan Beban Warga

Serda I Made Sukrawan menyampaikan bahwa pendampingan ini adalah bagian dari tugas pembinaan teritorial yang rutin dijalankan TNI di wilayah binaan.

“Penyerahan bantuan ini merupakan salah satu wujud kepedulian dan perhatian BSC Buleleng yang bersinergi dengan Babinsa. Tujuan utamanya adalah memberikan motivasi, semangat, sekaligus membantu meringankan beban masyarakat di wilayah binaan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan agar program sosial dapat dipertanggungjawabkan. “Kehadiran Babinsa di sini untuk memastikan penyerahan bantuan donasi tepat sasaran sekaligus mengamankan jalannya kegiatan,” tegasnya.

Meski jumlah penerima manfaat masih terbatas, program rutin ini diharapkan memberikan dampak positif yang nyata di tengah meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat. Kolaborasi antara komunitas sosial dan aparat kewilayahan ini menjadi contoh jaring pengaman sosial yang efektif di tingkat desa.

Lebih dari sekadar pembagian bantuan, aksi ini diharapkan menjadi pemantik semangat kepedulian dan kegotongroyongan di tengah masyarakat luas.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta meningkatkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong di lingkungan Desa Bungkulan,” pungkasnya.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru