Bersama Ribuan Masyarakat, Gubernur Koster Saksikan Parade Gong Kebyar Dewasa Duta Kabupaten Gianyar dan Badung

Balijani.id, 9 Jul 2026, 12:50 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung dan Wakil Bupati Gianyar saat berfoto bersama para seniman Gong Kebyar Dewasa di Panggung Terbuka Ardha Candra

DENPASAR, Balijani.id | Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap para seniman yang tampil di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Gubernur Bali, Wayan Koster, hadir langsung untuk menyaksikan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa.

Acara yang memukau ribuan pasang mata ini berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, pada Rabu (8/7) malam.

Panggung bergengsi malam itu mempertemukan dua duta seni terbaik Bali, yaitu:

  • Duta Kabupaten Gianyar: Komunitas Seni Sanggar Naya Art, Br. Menguntur, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati.

  • Duta Kabupaten Badung: Komunitas Seni Baturenggong, Br. Delod Bale Agung, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi.

Adu Kreativitas Tabuh dan Tari Kreasi

Parade diawali dengan penampilan tabuh lelambatan dari kedua daerah. Duta Kabupaten Gianyar membuka pementasan lewat Tabuh Lima Lelambatan berjudul “Guntur Madu”. Tak kalah memukau, Duta Kabupaten Badung membalas dengan garapan Tabuh Lima Lelambatan Kreasi yang bertajuk “Lawas”.

Suasana semakin hangat saat memasuki sesi Tari Kreasi Kekebyaran. Duta Gianyar mempersembahkan tarian energetik berjudul “Gonggang”, sementara Duta Badung menyuguhkan tarian anggun berjudul “Masepuh”. Kedua penjiwaan ini sukses memancing riuh tepuk tangan dari tribun penonton.

Sajian Pamungkas: Fragmen Tari Penuh Magis

Sebagai hidangan penutup yang paling dinanti, kedua duta menampilkan Fragmen Tari dengan kedalaman cerita yang luar biasa:

  • Duta Gianyar – Fragmen Tari “Sri Tanjung” Mengangkat kisah kesetiaan Sri Tanjung yang runtuh akibat fitnah keji Prabu Sulakrama. Terhasut oleh fitnah tersebut, sang suami, Sidapaksa, murka hingga merenggut nyawa Sri Tanjung. Penyesalan mendalam datang ketika Sidapaksa menyadari kesucian istrinya. Sebagai penebusan dosa dan bentuk penyucian jiwa sang istri, Sidapaksa menyerang Prabu Sulakrama, memenggal kepalanya, dan mempersembahkannya demi kedamaian jiwa Sri Tanjung.

  • Duta Badung – Fragmen Tari “Jero Luh” Menggambarkan latar tahun 1890 Masehi tentang kehidupan Si Luh Punggul, seorang wanita sepuh yang mendedikasikan hidupnya sebagai abdi setia di Puri Gede Abiansemal. Berbekal kekuatan spiritual (kawisesan) dan ikatan batin yang kuat dengan permaisuri, ia dipercaya menjadi pelindung puri sekaligus pawang hujan. Menjelang wafat, ia memohon agar Tapel (Topeng) Rangda diletakkan di atas jasadnya—sebuah simbol sumpah setia untuk tetap melindungi puri walau raganya telah tiada.

Momen Magis: Taksu dari cerita “Jero Luh” benar-benar menyatu dengan alam. Tepat pada puncak cerita pementasan, hujan turun membasahi area panggung. Momen magis yang tak terduga ini langsung disambut gemuruh tepuk tangan meriah dari ribuan penonton yang memadati Panggung Terbuka Ardha Candra.

Sesi pementasan yang spektakuler ini diakhiri dengan foto bersama di atas panggung. Selain Gubernur Bali, turut hadir dalam undangan VIP antara lain:

  • Bupati Badung, Nyoman Adi Arnawa

  • Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun

  • Kadis Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana

  • Kadis PMA Provinsi Bali, I.G.A.K Kartika Jaya Saputra

[ Editor : Sarjana ]

Trending Video Short Populer
Lihat Semua →
Editor: Nyoman Sarjana

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru