Muara Enim, Balijani.id ~ Beredar isu dan dinamika di masyarakat Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. Berkembang dinamika yang menyebutkan keengganan pihak legislatif untuk pembahasan awal Raperda Kabupaten Muara Enim 2023
Beranjak dari informasi tersebut awak media berusaha menggali informasi dan perkembangan terkini kabupaten muara enim .
Berbincang sembari ngopi , bersama Deputy K MAKI Kabupaten Muara Enim, Drs Muklis , menyebutkan belum ada prestasi yang patut dibanggakan selama kepemimpinan Pj bupati muara enim, Kurniawan AP.Msi .
” Mohon maaf sebelumnya , bukan kami bersikap dan berbeda sudut pandang , Namun menurut hemat sejauh ini belum ada prestasi yang patut dibanggakan Pj bupati , dan itupun hanya melanjutkan program pemerintah kabupaten yang sudah berjalan , belum ada progress dan program inovatif yang membawa makna positif bagi kemajuan kabupaten muara enim ,” papar Drs Muklis diawal bincang.
Lanjutnya , Bukan hanya melanjutkan program pemerintah namun seyogyanya seorang pemimpin kabupaten harus mampu membawa program ke depan dan ide cemerlang untuk mengusung kabupaten muara enim menjadi lebih baik.
” Kabupaten muara enim merupakan kabupaten yang kaya dengan sumberdaya alam , sumber daya mineral dan sumberdaya manusia , jadi tinggal menggali dan mengoptimalkan potensi , misalkan dengan memaksimalkan peran aktif dan banyak sekali perusahaan yang beroperasi di kabupaten muara enim namun justru angka pengangguran yang masih konstan belum ada realisasi yang lebih maksimal bagi penyerapan SDM , Buktinya masih adanya sekelompok masyarakat yang menyampaikan aksi damai atas beberapa perusahaan termasuk penyerapan CSR yang sering bergejolak ,” paparnya .
Namun ada hal yang menarik menurut Drs Muklis , Bupati muara enim sebelumnya sangat akrab dan bersahabat dengan awak media , OKP , lembaga serta komponen masyarakat lainya di kabupaten muara enim . Kenyataan yang terjadi sekarang ini , Jangankan bersahabat dengan seorang bupati membalas wa atau telepon pun sepertinya seorang bupati muara enim menjadi enggan dan terkesan menutup diri .
” Saya pernah membaca sejarah bahwa selama lebih dari dua ratus tahun secara berturut turut Jepang berada dibawah kepemimpinan keluarga Tokugawa yang menganut Politik Sakoku atau Politik Isolasi . Dimana suatu kebijakan politik dan strategi teknis kepemimpinan adalah menutup diri dari intervensi pihak luar , Apapun bentuknya . Nah , pertanyaan yang timbul adalah apa sepantasnya kabupaten muara enim diberlakukan seperti itu ,” Tutup Drs Muklis , diakhir bincang sembari bertanya .
Ayo rekan rekan….Pantas Nggak ya ???
[ BJ/Msd ]








