London, Balijani.id | Di sela-sela padatnya agenda menghadiri London Climate Action Week 2026, Gubernur Bali, Wayan Koster, melakukan kunjungan strategis ke dua institusi raksasa dunia di Inggris pada Rabu, 24 Juni 2026. Kunjungan ini menyasar Universitas Oxford—perguruan tinggi tertua dan paling bergengsi di Inggris—serta Kantor Pusat Google di London.
Pererat Diaspora dan Kerja Sama Pendidikan di Universitas Oxford
Setibanya di Universitas Oxford, Gubernur Koster disambut hangat oleh warga Indonesia, termasuk para semeton Bali yang berkiprah sebagai dosen serta mahasiswa program S2 dan S3. Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Bali untuk mempererat hubungan dengan diaspora di luar negeri.
Gubernur Koster menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi warga Bali di bidang pendidikan dan penelitian global. Keterlibatan mereka diharapkan mampu menjadi jembatan kerja sama internasional, memfasilitasi transfer pengetahuan dan teknologi, sekaligus memperkuat promosi Bali di kancah dunia.
Dalam diskusi tersebut, para akademisi Oxford juga memberikan apresiasi luar biasa terhadap kebijakan pembangunan ramah lingkungan yang konsisten diterapkan di Bali. Komitmen nyata Gubernur Koster—seperti penerapan energi bersih, transportasi ramah lingkungan, pembatasan plastik sekali pakai, hingga sistem pertanian organik—menjadi alasan utama Bali diundang secara khusus oleh Climate Group dalam ajang aksi iklim dunia tersebut. Langkah ini dinilai sangat sejalan dengan fokus PBB dalam menurunkan emisi karbon menuju Net Zero Emission.
Jajaki Potensi Data Center Kebudayaan di Google London
Melanjutkan agendanya, Gubernur Koster mengunjungi Kantor Pusat Google di London. Kunjungan ini difasilitasi langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Bapak Desra Percaya.
Di markas teknologi dunia tersebut, Gubernur Bali diterima oleh Bapak Adhiguna Kuncoro, seorang ilmuwan muda ahli Artificial Intelligence (AI) dan satu-satunya peneliti asal Indonesia yang bekerja di Kantor Pusat Google. Selain meninjau berbagai fasilitas mutakhir dan mempelajari sejarah perkembangan Google, Gubernur Koster memanfaatkan momen ini untuk berdiskusi serius mengenai masa depan digital Bali.
Fokus diskusi mengarah pada peluang besar Bali dalam membangun pusat data (data center) berbasis teknologi digital. Pusat data ini nantinya diproyeksikan untuk mengelola sektor kebudayaan, pariwisata, dan perekonomian Bali. Dengan integrasi teknologi modern, kapasitas, kualitas, dan daya saing Bali diharapkan akan semakin kuat dalam menghadapi dinamika global tanpa kehilangan akar budayanya.
[ Editor : Sarjana ]













