Bali, Balijani.id| Duka menyelimuti keluarga pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Jembrana. Kadek Mas Heriadi, yang selama ini bekerja di Jepang, meninggal dunia di negara penempatan dan telah dipulangkan ke Tanah Air dengan penghormatan terakhir yang melibatkan berbagai pihak.
Kepergian almarhum tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi pengingat bahwa para pekerja migran merupakan bagian penting dari perekonomian bangsa yang selama ini berjuang jauh dari kampung halaman demi keluarga dan negara.
Ketua Umum AP3MI Bali, Jik Mahendra, yang dalam waktu dekat akan mengubah nama organisasi menjadi APJP Bali, menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya Kadek Mas Heriadi. Perubahan nama tersebut, menurutnya, menjadi penegasan peran APJP Bali sebagai lembaga penempatan tenaga kerja jasa di bidang hospitality, khususnya sektor pariwisata, baik di dalam maupun luar negeri.
Dalam keterangannya di Cargo Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jik Mahendra menegaskan pentingnya sinergi berbagai lembaga dalam memberikan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.
Ia menilai kehadiran Atase Ketenagakerjaan di negara penempatan memiliki peran strategis dalam memastikan perlindungan terhadap pekerja migran, baik yang bekerja di sektor darat maupun laut, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Jik Mahendra juga optimistis kualitas sumber daya manusia pekerja migran Indonesia akan semakin mendapat kepercayaan di tingkat internasional. Menurutnya, para pekerja migran yang kembali ke Indonesia membawa pengalaman dan kemampuan yang menjadi nilai tambah bagi pembangunan bangsa.
“SDM PMI Indonesia akan semakin terpercaya, dan setelah kembali ke tanah air, mereka akan menjadi super manpower yang membawa nilai tambah bagi bangsa,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, AP3MI Bali bersama APJP Bali, ASOBI Ibaraki Jepang (Asosiasi Orang Bali), Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), Puskor Hindunesia dan Pemerintah Kabupaten Jembrana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah hingga berlangsung dengan baik dan penuh penghormatan.
Ucapan terima kasih tersebut ditujukan kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pendampingan dan fasilitasi sehingga almarhum dapat kembali ke kampung halaman untuk disemayamkan bersama keluarga.
Kepergian Kadek Mas Heriadi menjadi duka bagi keluarga besar pekerja migran Indonesia. Di tengah kesedihan itu, harapan agar seluruh pekerja migran Indonesia yang mengabdi di berbagai negara senantiasa mendapat perlindungan dan keselamatan kembali disampaikan.
Semangat dan pengabdian para pahlawan devisa yang bekerja jauh dari tanah kelahiran diharapkan terus menjadi kebanggaan bangsa, sekaligus pengingat bahwa perlindungan terhadap pekerja migran harus menjadi perhatian bersama.
[ Editor : Sarjana ]













